Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menampilkan kreativitas dan inovasi kewirausahaan berbasis nilai sosial melalui Expo Hasil Mahasiswa Mata Kuliah Sociopreneurship yang digelar pada Rabu (14/1) di Taman Batu FISIPOL UMY. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mempresentasikan praktik usaha sosial yang telah mereka rintis selama proses perkuliahan.
Expo Sociopreneurship diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2023 semester lima yang terbagi ke dalam 14 kelompok usaha. Setiap kelompok menghadirkan produk dan konsep bisnis yang beragam, dengan fokus pada penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan kewirausahaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik pada mata kuliah Sociopreneurship yang diampu oleh Dra. Atik Septi Winarsih, M.Si.
Atik menjelaskan bahwa konsep sociopreneurship merupakan pengembangan dari kewirausahaan konvensional yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menekankan nilai dan dampak sosial bagi masyarakat. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa didorong untuk memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap pilihan karier setelah lulus.
“Mahasiswa perlu dilatih untuk tidak berhenti di bangku teori. Mereka harus berani mempraktikkan ide usahanya, sehingga tidak gamang menghadapi pertanyaan klasik setelah lulus, yaitu mau bekerja apa,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras mahasiswa, panitia memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik dalam beberapa kategori, seperti stand terbaik, poster terbaik, dan penampilan terbaik. Menurut Atik, kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk membangun kekompakan, kerja sama tim, serta kemampuan komunikasi mahasiswa.
Sementara itu, Dosen Ilmu Pemerintahan UMY, Rijal Ramdani, S.IP., MPA., Ph.D., menegaskan bahwa sociopreneurship merupakan salah satu profil lulusan Ilmu Pemerintahan, selain jalur politik dan birokrasi. Ia menilai pengalaman langsung dalam berwirausaha menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
“Belajar wirausaha tidak cukup hanya memahami konsep. Mahasiswa harus benar-benar mencoba memulai usaha, menjual produk, dan merasakan langsung dinamika di lapangan,” jelasnya.
Melalui Expo Sociopreneurship ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial. Pendekatan kewirausahaan sosial diharapkan mampu membekali mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, sekaligus memperluas pilihan karier di luar jalur konvensional. (Jeed)