Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY), Diyah Titis Kusuma Wardani, S.E, MIDEC., Ph.D., resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Ekonomi Pembangunan (APSEP) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) periode 2025–2029. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) PTMA yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 29–30 Juli 2025.
Kongres ini juga menjadi ajang pergantian kepemimpinan sejumlah asosiasi di bawah AFEB PTMA. Perempuan yang akrab disapa Titis tersebut menggantikan Dr. Prawidya Hariani, S.E., M.Si dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang masa jabatannya telah berakhir.
“Awalnya saya tidak mencalonkan diri sama sekali. Namun, forum musyawarah mufakat memilih saya, mungkin karena sebelumnya saya menjabat sebagai sekretaris APSEP dan mungkin mencari pimpinan yang lebih muda,” ungkap Titis kepada Humas UMY, Rabu (6/8).
Titis menyampaikan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas PTMA, integrasi program kerja dengan kebutuhan prodi, serta membangun jaringan baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya tidak ingin kepemimpinan ini menjadi beban, tetapi menjadi sarana sinergi. Apa yang saya kerjakan di prodi bisa terintegrasi dengan APSEP, dan sebaliknya,” jelasnya.
Berbagai program strategis telah disiapkan, di antaranya Team Teaching Mata Kuliah antar-PTMA untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU), pengajuan Mata Kuliah Wajib Asosiasi Halal Economy, penyelenggaraan kuliah tamu nasional dan internasional, serta kolaborasi riset, pengembangan kurikulum, dan pengabdian masyarakat. APSEP juga akan mengaktifkan kembali website dan media sosialnya sebagai sarana informasi dan publikasi.
Selain itu, ia menegaskan bahwa struktur kepengurusan APSEP akan dibuat lebih ramping agar kerja lebih gesit, namun tetap inklusif.
“Kami ingin setiap anggota merasa memiliki, meskipun pengurus inti jumlahnya terbatas. Semua yang bergabung akan mendapatkan SK dan manfaat keanggotaan,” terangnya.
Titis juga melihat peluang besar untuk pengembangan Prodi Ekonomi Pembangunan, mengingat dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berkembang. Lulusan prodi ini pun memiliki kualifikasi tinggi, dengan banyak di antaranya yang kini menjabat sebagai menteri dan analis ekonomi.
“Banyak yang mengatakan jurusan ekonomi itu susah, banyak hitung-hitungannya, tetapi terbukti lulusannya berhasil. Kami sudah membuktikan itu, banyak juga lulusan kami yang menjadi analis ekonomi dan berwirausaha,” tandas Titis.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi prodi ekonomi pembangunan di lingkungan PTMA, seperti penurunan jumlah mahasiswa akibat kebijakan PTN Badan Hukum (PTNBH), peningkatan kualitas pembelajaran, dan pemenuhan akreditasi.
“Dengan kerjasama yang solid dan dukungan seluruh anggota, saya optimis APSEP akan mampu menghadapi tantangan tersebut dan meningkatkan rekognisi PTMA di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya (Mut)