Dosen Politeknik LPP Yogyakarta Buka Peluang Usaha Briket Kelapa bagi Masyarakat Kulon Progo
Dosen Politeknik LPP Yogyakarta buka peluang usaha briket kelapa bagi masyarakat Kulon Progo melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026, di Dusun Teganing, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan rangkaian Politeknik Untuk Negeri yg di diselenggarakan oleh BEM Politeknik LPP yang bekerjasama dengan Prodi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan diikuti oleh warga setempat yang sebagian besar memiliki pohon kelapa di pekarangan rumah. Selama ini, warga memanfaatkan kelapa dalam bentuk buah maupun nira untuk diolah menjadi gula. Namun, nilai jual kelapa di tingkat petani masih cukup rendah. Kelapa butiran, misalnya, hanya dijual sekitar Rp1.000 per buah. Kondisi ini mendorong tim dosen Politeknik LPP Yogyakarta untuk mengenalkan pilihan pengolahan kelapa yang bisa memberi nilai tambah.
Tim pelaksana terdiri atas Muhammad Khoirul Muslimin, S.T., M.Eng., Anugrah Perdana Rahmanta, S.T., M.Eng., dan sejumlah mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, warga diajak melihat bahwa bagian-bagian kelapa seperti tempurung dan sabut masih bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai. Salah satu produk yang dikenalkan adalah briket arang dari tempurung kelapa. Briket ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif karena menghasilkan panas yang stabil, lebih bersih, dan minim asap dibandingkan arang biasa. Diskusi berlangsung cukup aktif. Warga menyampaikan bahwa persoalan utama bukan hanya soal cara membuat produk, tetapi juga ke mana hasilnya akan dijual. Menanggapi hal itu, tim dosen menyarankan agar pemasaran dimulai dari pasar yang dekat dan realistis, seperti hotel, restoran, atau tempat makan yang membutuhkan bahan bakar bersih untuk proses pemanggangan.
Untuk proses produksinya, warga juga tidak harus menggunakan alat mahal. Tim menjelaskan bahwa tungku karbonisasi bisa dibuat dari drum bekas yang dimodifikasi, sehingga lebih mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka pandangan baru bagi warga Dusun Teganing bahwa kelapa tidak harus selalu dijual dalam bentuk mentah. Dengan pengolahan sederhana, tempurung kelapa dapat menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, Program Studi D4 TRKI Politeknik LPP Yogyakarta berupaya membawa ilmu yang dipelajari di kampus agar bisa digunakan langsung oleh masyarakat. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal munculnya usaha baru berbasis potensi kelapa yang ada di Kulon Progo.
Komentar & Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tinggalkan Komentar