YOGYAKARTA, Universitas Janabadra – Menjawab tantangan dunia kerja yang kian kompleks, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Janabadra (FEB UJB) mengambil langkah proaktif melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Agenda strategis ini menjadi wadah penting dalam menyelaraskan arah pembelajaran di kampus dengan realitas dan dinamika yang terjadi di dunia usaha dan industri.
FGD Peninjauan Kurikulum ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB UJB, Dr. Mohamad Najmudin, S.E., M.M. Diskusi dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Manajemen, Dra. Kartinah, M.Si., bersama Sekretaris Program Studi, Della Nanda Luthfiana, S.M., M.B.A.
Keunikan dalam peninjauan kali ini terletak pada pelibatan lintas entitas secara komprehensif. Manajemen FEB UJB mengundang perwakilan instansi dan perusahaan ternama, seperti:
Sektor Komunikasi & Informasi: PT Telkom Jogja
Sektor Perbankan & Keuangan: Bank Mandiri Taspen Kulon Progo & Puskopdit Jatra Miguna
Sektor Perhotelan & Pariwisata: UNISI Hotel Malioboro Jogja & Keviandra Tour & Travel
Sektor Publik & Ekonomi Kreatif: PDAM Tirtamarta Jogja & PT Kanca Kreasi Indonesia
Kehadiran para praktisi disempurnakan dengan keterlibatan dosen, alumni, serta mahasiswa aktif. Pengalaman nyata para alumni di dunia kerja dan testimoni mahasiswa menjadi bahan evaluasi berharga dari sisi proses pembelajaran.
Melalui forum diskusi terbuka ini, para praktisi menyoroti beberapa poin penting mengenai kualifikasi SDM yang paling dicari organisasi saat ini. Lulusan tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga harus memiliki:
Digital & Problem Solving Skills: Kemampuan memanfaatkan teknologi dan menyelesaikan masalah secara analitis.
Leadership & Communication: Kepemimpinan yang tangguh dan komunikasi yang efektif.
Agility & Work Readiness: Kesiapan mental serta kemampuan beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja.
Masukan-masukan tersebut dirumuskan untuk menyempurnakan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education), memastikan kurikulum yang diterapkan bersifat responsif dan berorientasi masa depan.
Selain penyempurnaan mata kuliah, pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi berbagai program kerja sama konkrit antara FEB UJB dengan mitra industri, seperti:
Program magang mahasiswa terintegrasi.
Program Praktisi Mengajar di ruang kelas.
Penelitian bersama dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Program peningkatan kompetensi dan kesiapan karier.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, FEB UJB menegaskan posisinya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kontekstual, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pencetakan lulusan Manajemen yang profesional dan relevan dengan zaman. (HSP)