Sebanyak 390 pendaftar dari SMA dan SMK se-Indonesia mengikuti seleksi Bintang Farmasi Masa Depan (BFMD) 2026, kompetisi perdana yang digelar Program Studi Farmasi FKIK UMY. Dari jumlah tersebut, panitia menyaring 15 finalis yang bertanding pada babak grand final pada Kamis (13/8), di Gedung Siti Walidah UMY.
Ketua Program Studi Farmasi UMY, Dr. apt. Rifki Febriansah, S.Farm., M.Sc. menjelaskan kompetisi ini dirancang untuk menjaring bibit unggul calon mahasiswa farmasi masa depan.
Ia menyebut BFMD juga menjadi media promosi dan branding prodi ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Para peserta melewati beberapa tahapan sebelum lolos ke babak final, meliputi tes kemampuan akademik, tes kefarmasian, dan sesi wawancara.
"Tahapan yang harus dilalui dari peserta yang mengikuti kompetisi ini cukup panjang, sehingga harapannya itu bisa benar-benar menjaring kesungguhan dari peserta," ujar Rifki.
Ia menambahkan, nilai rata-rata 15 finalis tergolong tinggi dibandingkan calon mahasiswa jalur reguler. Menurutnya, hasil tes tersebut menunjukkan kualitas akademik peserta layak menempuh pendidikan di prodi farmasi.
Kompetisi ini turut menawarkan insentif besar bagi pemenang utama. Juara pertama BFMD 2026 berhak menerima beasiswa penuh biaya studi selama empat tahun masa perkuliahan. Juara pertama ini diraih oleh Ghauthiah Izza Irfan Hi Mallu dari SMAIT ALFITYAN Boarding School Bogor.
Rifki berharap ajang ini memberi bekal berharga bagi seluruh peserta.
"Harapannya semoga bisa menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta, termasuk membuka cakrawala mereka untuk mempersiapkan diri masuk dunia perkuliahan," pungkasnya. (ID)