Yogyakarta – Humas perguruan tinggi kini tak cukup hanya sibuk membuat publikasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, mereka dituntut menjadi penjaga reputasi kampus sekaligus pengelola kepercayaan publik. Pesan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Humas Perguruan Tinggi Swasta 2026 yang digelar LLDIKTI Wilayah V, Selasa (30/6). Pada forum tersebut, tiga kampus juga diumumkan sebagai pemenang Anugerah Humas LLDIKTI Wilayah V 2026.
Kelima perguruan tinggi itu adalah Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan Universitas Amikom Yogyakarta Mereka dinilai paling konsisten dan inovatif dalam mengelola komunikasi publik sepanjang tahun ini. kampus tersebut selanjutnya mewakili LLDIKTI Wilayah V dalam Anugerah Humas Diktisaintek tingkat nasional.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof Setyabudi Indartono menegaskan, fungsi humas kini telah bergeser jauh dari sekadar alat publikasi maupun pelaksana administrasi. Humas, kata dia, memiliki posisi strategis dalam membangun citra, mengelola opini, dan menyampaikan capaian institusi secara berkelanjutan.
Karena itu, humas kampus harus mampu bergerak cepat, memahami perubahan pola konsumsi informasi, serta menyiapkan komunikasi yang adaptif. Sinergi antara kebijakan nasional, tata kelola media, dan ketahanan reputasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Menurut Setyabudi, kecepatan komunikasi harus dibarengi ketepatan informasi dan kepekaan membaca situasi. Tanpa tata kelola yang kuat, satu isu kecil dapat berkembang cepat dan menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi di era digital.
Rakor tahun ini mengangkat tema “Strategi Humas Berkelanjutan: Sinergi Kebijakan, Tata Kelola Media, dan Ketahanan Reputasi Digital”. Sejumlah praktisi dan pakar hadir membagikan perspektif mengenai tantangan komunikasi perguruan tinggi.
Ketua Tim Pengelolaan Informasi, Publikasi, dan Dokumentasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Dinna Handini memaparkan arah kebijakan nasional keterbukaan informasi. Sementara itu, Direktur Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Intan Agisti N.S. membahas praktik baik pengelolaan kehumasan dan manajemen krisis dalam menjaga reputasi institusi.
Materi mengenai penguatan visibilitas digital melalui strategi mesin pencari disampaikan pakar SEO Joko Dwi Santoso dari Pro IT Jogja. Melalui rakor dan penghargaan tersebut, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi swasta semakin konsisten berinovasi, memperkuat komunikasi publik, dan membangun reputasi digital yang tahan terhadap krisis.
unduh materi
Humas
LLDIKTI WIlayah V
Komentar & Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tinggalkan Komentar