Rangkaian kegiatan 9th IT-YIELDs Summer School yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik di dalam kelas, tetapi juga pengalaman lintas budaya melalui kegiatan field trip dan outing class pada Rabu (6/5/2026). Agenda ini diikuti puluhan mahasiswa internasional, baik dari UMY maupun perguruan tinggi mitra luar negeri, yang berasal dari Sierra Leone, Bangladesh, Uzbekistan, Turki, Malaysia, dan Indonesia.
Person in Charge (PIC) IUP Economics (IPIEF) FEB UMY, Dr. Romi Bhakti Hartarto, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam program summer school karena mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual bagi peserta.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Caping Merapi. Di lokasi tersebut, para peserta diajak menikmati suasana alam lereng Gunung Merapi sekaligus mengikuti aktivitas edukatif seputar pertanian berkelanjutan. Peserta belajar secara langsung mengenai proses pengolahan pupuk hingga teknik memanen hasil pertanian.
Menurut Romi, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama bagi peserta internasional yang dapat melihat secara langsung praktik pertanian tradisional di Indonesia. Selain menambah wawasan mengenai pengelolaan sumber daya alam, aktivitas bersama ini juga melatih kerja sama tim dan komunikasi lintas budaya antar peserta.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum HM Soeharto. Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah Indonesia melalui perjalanan hidup Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Peserta internasional juga diperkenalkan pada perkembangan sosial, politik, dan budaya Indonesia pada masa lampau.
Kegiatan berikutnya berlangsung di Studio Gamplong, destinasi wisata edukatif yang dikenal sebagai lokasi syuting berbagai film nasional. Di tempat ini, peserta melihat secara langsung nuansa industri kreatif Indonesia, mulai dari proses produksi film hingga eksplorasi bangunan bergaya tradisional dan kolonial.
Suasana outing class yang santai dan interaktif membuat peserta dari berbagai negara dapat saling bertukar cerita, pengalaman, dan perspektif budaya. Interaksi tersebut dinilai menjadi nilai tambah dalam program summer school karena menciptakan ruang pembelajaran global yang lebih terbuka dan inklusif.
Melalui kegiatan ini, UMY ingin menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Pengalaman langsung di lapangan justru mampu memperkaya pemahaman akademik sekaligus membangun kesadaran budaya, kolaborasi internasional, dan jejaring global antar mahasiswa.
Kegiatan field trip dan ini sekaligus menjadi bukti komitmen UMY dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang tidak hanya akademis, tetapi juga bermakna secara sosial dan budaya bagi seluruh peserta summer school. (Jeed)