lldikti5@kemdiktisaintek.go.id +628112982558 FAQ ID EN

Mahasiswa UMY Hasilkan Media Edukasi Pemilu, Bukti Belajar Demokrasi Perlu Praktik Langsung

Dua mahasiswa magang Program Studi Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menghasilkan buku teka-teki silang bertema demokrasi selama empat bulan menjalani magang di KPU Kabupaten Bantul. Produk bertajuk Teka-Teki Demokrasi: Cerdas Pemilu tersebut diluncurkan dalam acara peluncuran media sosialisasi pendidikan pemilih di kampus UMY, Rabu (20/5).

Ketua Program Studi IP UMY, Dr. Awang Darumurti, M.Si., menegaskan bahwa program tersebut lahir dari kesadaran bahwa pembelajaran teori di ruang kuliah saja tidak cukup untuk membentuk pemahaman demokrasi yang utuh.

“Mahasiswa kami di kelas sudah belajar studi demokrasi, studi partai politik, hingga tata kelola pemilu. Namun, tentu saja dibutuhkan aktualisasi diri yang lebih praktis,” ujar Awang.

Menurut Awang, keterlibatan mahasiswa secara langsung di lembaga penyelenggara pemilu bukan sekadar pelengkap kurikulum, melainkan ruang pembelajaran nyata yang tidak dapat digantikan oleh proses belajar di kelas.

Hasil dari program tersebut bukan hanya pengalaman magang, tetapi juga produk konkret yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat sebagai media pendidikan pemilih.

Awang menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari skema nasional magang berdampak yang mendorong mahasiswa menghasilkan luaran nyata selama menjalani magang, bukan sekadar laporan akhir kegiatan. Kerja sama antara Prodi IP UMY dan KPU Bantul sendiri telah berlangsung lebih dari 15 tahun, termasuk menghasilkan hibah riset demokrasi pada 2009.

“Kolaborasi antara IP UMY dan KPU Bantul dimulai sejak belum ada istilah efisiensi, sampai era efisiensi di masa Pak Joko ini,” ujar Awang setengah bergurau di hadapan Ketua KPU Bantul, Joko Santosa.

Ia menilai kesenjangan antara teori dan praktik dalam pendidikan ilmu sosial dan politik memang masih menjadi tantangan. Kurikulum perguruan tinggi, menurutnya, kerap terlalu berorientasi pada konsep dan karya tulis akademik, sementara kompetensi praktis yang dibutuhkan lembaga publik masih minim mendapatkan ruang.

Karena itu, kolaborasi antara IP UMY dan KPU Bantul dinilai menjadi contoh konkret implementasi magang berdampak sekaligus penerapan teori keilmuan ke dalam kompetensi praktis di lapangan.

Awang berharap kerja sama tersebut terus berkembang dan tidak terbatas hanya dengan KPU Bantul. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan terjalin perjanjian kerja sama resmi antara Prodi IP UMY dan Pemerintah Kabupaten Bantul. (ID)