lldikti5@kemdiktisaintek.go.id +628112982558 FAQ ID EN

Rektor UMY Banggakan Perjalanan Prof. Halim Purnomo, Guru Besar Termuda dengan Semangat “Anak Desa Mendunia”

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Prof. Dr. Halim Purnomo, M.Pd.I., yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UMY dalam bidang pendidikan. Hal tersebut disampaikan Nurmandi dalam Rapat Senat Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar yang digelar pada Rabu (15/10) di Gedung AR Fachrudin A UMY.

Dalam sambutannya, Nurmandi menuturkan perjalanan panjang dan inspiratif Prof. Halim, yang lahir dari keluarga sederhana dan memulai pendidikan dasarnya di berbagai sekolah di Brebes dan Cirebon.

“Riwayat pendidikannya penuh perjuangan, pindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Mungkin karena itu, beliau akhirnya memilih tema orasi tentang pendidikan yang berkualitas, bukan sekadar rasional,” ujar Nurmandi di hadapan para tamu undangan.

Prof. Halim bergabung dengan UMY pada tahun 2018 setelah sebelumnya mengabdi di Universitas Muhammadiyah Cirebon, dan resmi menjadi dosen tetap pada tahun 2020. Meski sempat beradaptasi dengan lingkungan baru di Yogyakarta, dalam waktu singkat ia menunjukkan prestasi luar biasa melalui berbagai program percepatan akademik, kolaborasi riset internasional, dan publikasi ilmiah.

“Beliau ini anak desa pertama yang saya kirim ke Spanyol. Saya masih ingat, beliau kirim foto dari stadion Real Madrid. Tahun berikutnya, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk riset bersama dosen kita di sana,” kenang Nurmandi dengan bangga.

Perjalanan karier akademiknya pun tergolong cepat. Dalam waktu hanya tujuh tahun, Prof. Halim berhasil meraih jabatan Guru Besar pada usia 44 tahun, setelah sebelumnya menjadi Lektor Kepala hanya dalam dua tahun. “Ini capaian yang luar biasa. Usianya masih muda, rambutnya pun belum ada yang putih,” ujar Nurmandi sambil berkelakar.

Rektor juga memuji dedikasi Prof. Halim dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Hingga kini, ia telah menulis 17 buku dan lebih dari 120 artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Nurmandi berharap, sebagai guru besar, Prof. Halim terus membimbing mahasiswa, khususnya di jenjang magister dan doktor, agar menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berintegritas. “Guru besar yang baik bukan hanya produktif menulis, tetapi juga hadir untuk mahasiswanya. Kalau dibutuhkan bimbingan, segera membalas pesan mahasiswa, bukan dibiarkan menunggu,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain berkontribusi bagi UMY, Rektor juga berharap kiprah Prof. Halim dapat memberi manfaat luas bagi Muhammadiyah dan masyarakat. “Sebaik-baiknya profesor adalah yang paling bermanfaat bagi sesama, sebagaimana hadis khairunnas anfa’uhum linnas,” pesannya. (FR)