Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyalurkan bantuan biaya pendidikan dan donasi kemanusiaan kepada puluhan mahasiswa aktifnya yang terdampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat institusi guna meringankan beban ekonomi mahasiswa pascagempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu, sekaligus memastikan keberlanjutan studi mereka di Yogyakarta.
Klasifikasi bantuan
Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan UMBY, Widarta, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pihak kampus telah memetakan mahasiswa yang terdampak untuk mengklasifikasikan besaran bantuan. Berdasarkan data rektorat, terdapat 75 mahasiswa yang secara resmi menerima pemotongan biaya pendidikan sesuai dengan tingkat kerusakan aset di daerah asalnya.
"Bantuan dari kampus berupa bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa aktif terdampak. Bantuan untuk kategori rusak ringan sebesar Rp 3 juta, rusak sedang Rp 4 juta, dan rusak berat Rp 5 juta untuk setiap mahasiswa," papar Widarta.
Lebih lanjut, Widarta merinci bahwa klasifikasi penerima bantuan biaya pendidikan tersebut terdiri dari 5 mahasiswa dengan kategori terdampak berat, 20 mahasiswa kategori sedang, dan 50 mahasiswa dengan kategori ringan. Keputusan ini juga telah dituangkan secara resmi melalui surat keputusan rektor tentang pemberian bantuan biaya pendidikan terkait gempa bumi NTT.
Donasi
Selain bantuan institusional berupa biaya pendidikan, UMBY juga menginisiasi penggalangan donasi Gempa NTT yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 16.000.000. Dana donasi ini disalurkan secara terpisah dan menjangkau 76 mahasiswa dengan rincian skema distribusi uang tunai dan barang.
Dari total donasi tersebut, sebanyak empat mahasiswa dengan kondisi rumah rusak parah menerima bantuan tunai masing-masing Rp 800.000. Kemudian, 23 mahasiswa dengan kondisi rumah rusak sedang menerima Rp 300.000 per orang. Sementara itu, 49 mahasiswa pada kategori rusak ringan menerima bantuan dalam bentuk paket sembako senilai Rp 120.000 per orang. Total estimasi donasi yang terpakai untuk skema ini mencapai Rp 15.980.000.
Langkah mitigasi yang diambil pihak kampus sejalan dengan masifnya skala dampak gempa di wilayah NTT. Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (30/8/2026), gempa bumi tersebut telah mengakibatkan 111 orang meninggal dunia.
Tercatat pula 1.631 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 233 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.
Bencana ini juga merusak 95.567 unit rumah warga, yang memaksa 188.161 jiwa mengungsi. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Nagekeo (50.574 orang) dan Kabupaten Manggarai (50.556 orang). Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga akhir Agustus, telah terjadi 9.765 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 yang diprediksi masih dapat berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
Sumber: https://jogja.tribunnews.com/diy/1222115/umby-salurkan-bantuan-pendidikan-mahasiswa-terdampak-gempa-ntt