lldikti5@kemdiktisaintek.go.id +628112982558 FAQ ID EN

UMY dan Kwarda DIY Luncurkan Program Pengabdian Masyarakat Skema Edukasi dan Mitigasi Bencana

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Skema Khusus Edukasi dan Mitigasi Bencana bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY). Kegiatan launching dilaksanakan di Bumi Perkemahan Babarsari, Rabu (4/2), dan diikuti oleh anggota Pramuka dari seluruh kabupaten/kota di DIY.

Ketua Pelaksana Pengabdian dari DRP UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, SP.KGA., menyampaikan bahwa program ini melibatkan 16 dosen UMY yang ditugaskan khusus untuk memberikan edukasi kebencanaan dan mitigasi risiko bencana kepada anggota Pramuka di DIY.

“Program ini merupakan bagian dari skema khusus pengabdian masyarakat UMY. Dari total 735 skema yang ada, kegiatan di Kwarda DIY ini melibatkan 16 dosen dengan fokus edukasi dan mitigasi bencana. Kami berharap adik-adik Pramuka mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menularkan pengetahuan yang diperoleh ke wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, DRP UMY juga menyerahkan hibah pengelolaan sampah mandiri kepada Kwarda DIY dan Kwartir Cabang Sleman. Hibah ini ditujukan sebagai pilot project pengelolaan sampah berbasis keluarga yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

“Melalui fasilitas pengelolaan sampah ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa mitigasi bencana juga dimulai dari lingkungan terdekat, terutama pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak menjadi sumber bencana di kemudian hari,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menempatkan mitigasi bencana tidak hanya pada aspek bencana alam, tetapi juga bencana sosial yang kerap muncul akibat perilaku manusia.

“Bencana alam memang sulit dikendalikan, tetapi bencana sosial yang muncul saat dan pascabencana justru bisa diminimalkan melalui edukasi dan literasi. Di sinilah peran dosen, mahasiswa, dan Pramuka menjadi sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara UMY dan Kwarda DIY, serta membuka peluang kolaborasi lanjutan, tidak hanya dalam mitigasi bencana, tetapi juga dalam bidang pendidikan, pengabdian, dan penguatan kewirausahaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kwarda DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, menyambut baik kolaborasi ini dan menilai kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun ketangguhan generasi muda menghadapi risiko bencana di masa depan.

“Generasi saat ini berpotensi mengalami bencana alam lebih sering dibanding generasi sebelumnya. Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana, termasuk pengelolaan sampah dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle, harus menjadi bagian dari keseharian adik-adik Pramuka,” tutur GKR Hayu.

Ia menegaskan bahwa program hibah pengelolaan sampah mandiri ini tidak hanya bertujuan mengatasi limbah, tetapi juga mendorong perubahan paradigma pembangunan menuju pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, mandiri secara lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Secara resmi, launching Program Pengabdian Masyarakat Skema Khusus Edukasi dan Mitigasi Bencana ditandai dengan pembukaan oleh GKR Hayu, sekaligus penyerahan hibah secara simbolis kepada Kwarda DIY.

Melalui kegiatan ini, UMY dan Kwarda DIY berharap dapat menciptakan ekosistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan serta menjadikan Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh, sadar risiko, dan peduli lingkungan. (ZA)