2 Dosen UAJY Berbagi Ilmu di Jerman Melalui Program Erasmus+

Dua dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. Phil. Yoseph Bambang Wiratmojo, S.Sos., MA. dan Desideria Cempaka W., S.Sos., MA., Ph.D. menjadi penerima Erasmus Staff Exchange dari Institute of Media and Communication Ilmenau, Jerman. Erasmus Staff Exchange adalah perwujudan kerja sama antara FISIP UAJY dengan Institute of Media and Communication Ilmenau yang telah berjalan selama kurang lebih 20 tahun. Bentuk kerja sama yang dibangun tidak hanya pada staff exchange, tetapi juga terdapat student exchange dan program double degree untuk mahasiswa.

Pada program ini Erasmus+ memberikan beasiswa bagi pihak yang mendapat kesempatan untuk melakukan exchange.

Kegiatan workshop Consortium Research dari Ilmenau menjadi hal yang berkesan bagi Bambang. Ada banyak peneliti dari berbagai negara seperti Amerika, Inggris, dan Swedia yang ikut workshop tentang Digital Public Spheres sepanjang Covid-19.

“Saya berharap agar ke depannya bisa mengikuti program post-doctoral di mana peneliti-peneliti antar negara bekerja sama agar bisa mendapatkan pendanaan bersama untuk melakukan penelitian hingga sukses dipublikasikan. Tidak hanya itu saja, di lingkup masing-masing fakultas di UAJY tetap menjaga relasi internasional sehingga reputasi UAJY dapat semakin dikenal luas,” ujar Bambang.

Selain Bambang, Desideria Cempaka W., S.Sos., MA., Ph.D. juga menjadi penerima Erasmus Staff Exchange. Pada program tersebut, Desi diminta untuk mengajar mahasiswa S1 dan S2 sesuai dengan kualifikasi dari aspek expertise yang dibutuhkan.

Desi mengungkapkan bahwa pengalaman mengajar di Ilmenau adalah pengalaman yang berkesan karena mahasiswanya mandiri dan sangat aktif. Hal ini menjadi pembelajaran, supaya mahasiswa UAJY lebih aktif dan berani memberikan pendapat.

Bagi Desi, pengalaman staff exchange merupakan pengalaman yang dapat memperkaya dosen dalam hal aspek pengajaran. Proses mengamati cara belajar mengajar di Ilmenau menurutnya sangat menarik karena dapat memperbaharui cara mengajar yang dapat diterapkan di UAJY.

“Saya berharap ada strategi yang bisa diserap dan diterapkan di UAJY. Terutama strategi Tri Dharma, yaitu bagaimana mengintegrasikan Tri Dharma antara mengajar dan penelitian. Harapannya agar bisa lebih produktif dan kerjanya lebih efisien,” jelas Desi.

###


BAGIKAN