lldikti5@kemdiktisaintek.go.id +628112982558 FAQ ID EN
Akreditasi

Statistik Akreditasi PT

Data statistik peringkat akreditasi seluruh Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah V

10

Unggul

22

Baik Sekali

39

Baik

14

B

15

Terakreditasi

1

Terakreditasi Sementara

KAMPUS UNGGUL TERBARU
★ Unggul Universitas Amikom Yogyakarta (SK tanggal: 18 Dec 2025) ★ Unggul Universitas Alma Ata (SK tanggal: 11 Dec 2024) ★ Unggul Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN (SK tanggal: 13 Aug 2024) ★ Unggul Universitas Aisyiyah Yogyakarta (SK tanggal: 16 Jan 2024) ★ Unggul Universitas Kristen Duta Wacana (SK tanggal: 28 Nov 2023) ★ Unggul Universitas Sanata Dharma (SK tanggal: 12 Sep 2023) ★ Unggul Universitas Ahmad Dahlan (SK tanggal: 30 May 2023) ★ Unggul Universitas Atma Jaya Yogyakarta (SK tanggal: 10 May 2023) ★ Unggul Universitas Islam Indonesia (SK tanggal: 13 Dec 2022) ★ Unggul Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (SK tanggal: 13 Dec 2022)
DIKTISAINTEK
Logo
BERDAMPAK

STIKes Panti Rapih Dampingi KWT Lestari Produksi Minuman Aloesalacca

STIKes Panti Rapih Yogyakarta mendampingi KWT Lestari Tegalsari mengembangkan Aloesalacca, minuman fungsional dari salak, bunga telang, dan lidah buaya.

Lihat Selengkapnya >

Dosen Institut Teknologi Yogyakarta Masrur Alatas Bawa FKPDAS DIY Raih Juara 3 Nasional Wana Lestari 2026

Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026, Forest Heroes dengan slogan menginspirasi, mengabdi dan melestarikan, tahun ini Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Daerah Istimewa Yogyakarta meraih Juara 3 Nasional kategori Forum Daerah Aliran Sungai. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Direktorat Jenderal Pengelolan DAS dan Rehabilitasi Hutan Ibu Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8). Teladan juga menghadiri sidang Bersama MPR RI, DPR RI, DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Agenda ini mencakup pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto serta penyampaian RUU APBN 2027. Masrur Alatas Ketua FKPDAS D.I. Yogyakarta dan bersama Ibu Rohimah Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Bapak Kusno Wibowo Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan D.I.Yogyakarta sepakat untuk meningkatkan kolaborasi peran para pihak heptahelix GABC-FIT antara lain pemerintah, akademisi, swasta, komunitas masyarakat, didukung finansial, informasi dan teknologi dalam pengelolaan DAS di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua FKPDAS DIY menyampaikan Penghargaan Wana Lestari kepada FKPDAS D.I. Yogyakarta ini adalah hasil dari Kolaborasi Integrasi dan Sinergi serta Harmoni dari multi pihak, dukungan dari Pemerintah Daerah DIY, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK DIY), BPDAS SOP, PPLH Jawa, BPPTPH, Bebadan Pangreksa Loka, Dewan Pakar dan akademisi, RKAPH DLHK DIY, DLH Kabupaten dan Kota, Unsur Dinas, Unsur Biro, unsur Bappeda, unsur DLH, PWI, Unsur Swasta, Unsur PHRI, Unsur Forum Komunitas Sungai, KPDLH, KMTI, Banyu Bening, Pemerhati Sungai dan Lingkungan, LSM dan Sekretariat Forum, serta seluruh masyarakat di Yogyakarta sebagai anggota FKPDAS. Penghargaan ini akan menambah energi semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi FKPDAS yang telah diamanahkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan lestari berkelanjutan, dan sejalan dengan budaya filosofi masyarakat yogyakarta Hamemayu Hayuning Bawana, dengan sumbu filosofi yang menghubungkan bentang alam puncak Gunung sampai garis pantai dalam sistem siklus hidrologi. Dr. Masrur Alatas, ST., M.Eng selaku Dosen dan Kaprodi di Institut Teknologi Yogyakarta menghadapkan dukungan dari LLDIKTI V dan konsorsium tridarma 100 Kampus di Yogyakarta dengan 100 Hotel dan multipihak melalui program one student five trees, untuk kegiatan di hulu dengan sabuk hijau lereng Merapi dengan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), penanaman pohon konservasi, pohon bambu sebagai erly warning system erupsi Merapi, HHBK untuk konservasi sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat, mendukung eco-edu tourism, konservasi Mata Air. Pada bagian tengah dengan konservasi lahan dengan rain water harvesting, IPAH, SR, MSR, Biopori, pengolahan sampah organik, Mijongan, penanaman pohon buah, dan konservasi sempadan mata air, telaga, embung dan sempadan 10 sungai besar serta ratusan anak sungai. Dibagian hilir konservasi lahan, pengelolaan muara sungai, penanaman mangrove pada garis pantai untuk mengantisipasi abrasi dan mitigasi bencana tsunami. Konservasi juga untuk menjaga sungai bawah tanah kita yang Istimewa. Arahan dan pembinaan Ibu Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) untuk bersinergi dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yaitu program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026 guna mewujudkan budaya hidup bersih, pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir, serta penataan lingkungan dan ruang publik yang berkelanjutan di seluruh Indonesia, dan kita berkontribusi penanaman pohon pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sempadan. Kegiatan Pengelolaan DAS dan lingkungan, telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) DIY tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) diatur dalam Perda Nomor 11 Tahun 2016. Pergub DIY No 84 Tahun 2023 tentang Pengembangan Jogja Hijau, Perda No 1 Tahun 2024 tentang ekonomi hijau, dan semoga Pergub Insentip, imbal jasa lingkungan antara penyedia dan penguna dapat segera terwujud. Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para pihak dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan lingkungan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta, melestarikan budaya yang mengalir dalam hati, pikiran dan Tindakan aksi nyata Hamemayu Hayuning Bhawana, untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Aamiin YRA.

Lihat Selengkapnya >

Politeknik LPP dan BPDP Sulap Potensi Perkebunan Jadi Peluang Bisnis bagi 100 UMKM di Cirebon

Politeknik LPP dan BPDP sulap potensi perkebunan jadi peluang bisnis bagi 100 UMKM di Cirebon melalui kegiatan Praktik Produk UMKM Perkebunan yang digelar di Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk belajar sekaligus mempraktikkan berbagai produk kreatif yang memanfaatkan bahan dari komoditas perkebunan. Sebanyak 100 pelaku UMKM mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak langsung membuat beberapa produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha, mulai dari parfum mobil, lilin aromaterapi, hingga minuman creamy matcha cincau.

Lihat Selengkapnya >

Optimalkan Potensi Wisata Bokoharjo, Akademisi UMBY Latih Karang Taruna Sport Massage dan Gaya Hidup Sehat

Kawasan cagar budaya dan wisata alam di Kelurahan Bokoharjo, Sleman yang menaungi destinasi populer seperti Keraton Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Banyunibo, Candi Barong, dan Tebing Breksi menyimpan potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wilayah tersebut memiliki peninggalan sejarah dan dinamika budaya lokal yang sejalan dengan proses pengolahan gaya hidup sehat yaitu Olahraga Raga, Olah Jiwa dan Olah Rohani. Melihat kondisi tersebut, tim akademisi dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) yang diketuai oleh Dr. Antonius Tri Wibowo, S.Pd.Kor., M.Or., (prodi Ilmu Keolahragaan) bersama dua anggotanya, Yulius Agung Saputro S.Or., M.Or., (prodi Ilmu Keolahragaan) dan Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., (prodi Psikologi), menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), pada Minggu (02/08/2026).

Lihat Selengkapnya >

Dosen FE UMBY Berdayakan PKK Pasekan Lor Lewat Pelatihan Manajemen Keuangan dan Inovasi Olahan Lele

Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kemendiktisaintek Tahun 2026 sukses menggelar pelatihan pemberdayaan ekonomi di Padukuhan Pasekan Lor, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 24 anggota PKK RT 04 Padukuhan Pasekan Lor dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas manajemen keuangan usaha dan diversifikasi produk olahan ikan lele. Program pengabdian ini dimotori oleh tiga dosen UMBY yang terdiri dari Ika Wulandari, S.E., M.M., selaku Ketua Tim, serta didukung oleh Endang Sri Utami, S.E., M.Si., Ak., CA, dan Eno Casmi, S.E., M.B.A., sebagai anggota tim.

Lihat Selengkapnya >

Tingkatkan Kemandirian Ekonomi, HMPS Akuntansi UMBY Latih Ibu-ibu Kalurahan Depok Buat Sabun Alami dari VCO

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat. Kali ini, pemberdayaan tersebut melalui pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO) bagi ibu-ibu rumah tangga di Kalurahan Depok, pada Sabtu dan Minggu (18-19/7/2026).

Lihat Selengkapnya >

Sulap Pepaya Jadi ‘Keripik Mustofa’, Dosen THP UMBY Latih Kemandirian Ekonomi Santriwati

Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Rumah Sajada, Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, pada Minggu (28/06/2026). Kegiatan ini fokus melatih santriwati mengolah pepaya muda menjadi produk pangan inovatif bernilai jual tinggi, yakni Keripik Pepaya Mustofa.

Lihat Selengkapnya >

Hilirisasi Kelapa, HMPS Akuntansi UMBY Latih Warga Kulon Progo Olah VCO Jadi Balsam Serai Wangi

Setelah sukses membekali warga dengan keterampilan membuat Virgin Coconut Oil (VCO), Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melangkah ke tahap berikutnya. Mereka melatih warga mengolah VCO sebagai bahan baku produk kesehatan dan perawatan tubuh. VCO diolah menjadi balsam serai wangi, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi VCO sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal, Minggu (12/7/2026).

Lihat Selengkapnya >
Lebih Banyak
Pengumuman
Arsip Pengumuman
Kabar LLDIKTI V

Dorong Pendidikan Khas Kejogjaan, LLDIKTI Wilayah V Hidupkan Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V  menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) dengan tema “Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi Pendidikan Khas Kejogjaan di Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (27/10) di Gedung Pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman perguruan tinggi mengenai nilai-nilai Pendidikan Khas Kejogjaan serta penerapannya dalam pembelajaran, kehidupan kampus, dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Sarasehan ini juga menjadi tindak lanjut peluncuran Buku Panduan Pendidikan Khas Kejogjaan untuk Pendidikan Tinggi pada 20 Agustus 2026. Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. menyampaikan pentingnya memperkuat nilai-nilai budaya dan karakter dalam pendidikan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki budi pekerti luhur dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Sementara itu, Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Ki Prof. Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D menekankan pentingnya pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai dasar pendidikan yang memerdekakan dan menuntun potensi peserta didik. Pendidikan harus membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan serta membentuk karakter yang baik. Dalam pemaparan materi pertama, Ki Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M., dari Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa menjelaskan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses menuntun potensi peserta didik, bukan membentuk semua orang menjadi pribadi yang sama. Melalui Sistem Among, pendidik diharapkan mampu memberikan teladan, membangun semangat, dan mendukung kemandirian mahasiswa.  Ia juga menjelaskan hubungan antara Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) dan Tamansiswa. “PKJ dan Tamansiswa bukan dua jalan yang dipertemukan, melainkan satu mata air yang kembali disadari,” ungkapnya. Pemikiran tersebut menegaskan bahwa keduanya memiliki keterkaitan dalam mengembangkan pendidikan yang memerdekakan, membudayakan, dan menyelamatkan. Selanjutnya, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., menyampaikan materi mengenai filosofi, nilai, dan arah penerapan PKJ di perguruan tinggi. PKJ bertujuan membentuk Jalma Kang Utama, yaitu manusia yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan bertanggung jawab. Nilai utamanya meliputi Hamemayu Hayuning Bawana, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawula Gusti. Sarasehan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama Dr. Yuli Prihatni, M.Pd., dan Dr. Dinar Westri Andini, M.Pd. Diskusi membahas hubungan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dengan nilai-nilai Kejogjaan serta penerapannya dalam pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah V berharap perguruan tinggi dapat mengintegrasikan nilai PKJ dalam kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap masyarakat serta budaya Yogyakarta. Humas LLDIKTI Wilayah V

LLDIKTI Wilayah V Gelar Kajian Mahasiswa: Menyalakan Jiwa, Membangun Peradaban

Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menyelenggarakan Kajian Mahasiswa Muslim Perguruan Tinggi dengan tema “Tak Surut Mencintai Negeri: Menyalakan Jiwa, Membangun Peradaban Bangsa”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/10) di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta dan menghadirkan Ustadz Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, sebagai narasumber. Kajian ini bertujuan memperkuat keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap bangsa dan negara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan dari Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., Branch Manager BSI KCP Sleman Affandi, Retno Wulandari, serta Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi program BSI Yogyakarta, kemudian memasuki sesi kajian utama yang dipandu oleh Aruniyal Haq dari Teras Dakwah. Dalam sambutannya, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T. menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan. Mahasiswa diharapkan memiliki hati yang baik agar mampu menyayangi sesama, mencintai negeri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. menekankan pentingnya memperhatikan kondisi mahasiswa, termasuk kesehatan mental. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya didorong untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga perlu mendapatkan lingkungan kampus yang aman dan nyaman untuk belajar serta mengembangkan diri.. Dalam penyampaian materi, Ustadz Habiburrahman menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air merupakan bentuk rasa syukur dan tanggung jawab. Ia mencontohkan kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap Makkah, tempat kelahiran beliau. “Rasulullah itu menangis ketika harus meninggalkan Makkah,” ungkapnya. Kisah tersebut menggambarkan besarnya kecintaan Nabi terhadap tanah kelahirannya. Ia juga mengibaratkan kehidupan berbangsa seperti berada di dalam satu kapal yang harus dijaga bersama. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi. Melalui kajian ini, mahasiswa diajak menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui tindakan nyata seperti mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. LLDIKTI Wilayah V berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antarmahasiswa serta menumbuhkan generasi yang beriman, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam membangun bangsa.

Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta 2026 Perkuat Kolaborasi Riset untuk Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta kembali menyelenggarakan Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026 bertempat di The Rich Jogja Hotel, Rabu (9/9). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan riset untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam sambutan pembukaan, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, menyampaikan bahwa penyelenggaraan SSTY 2026 merupakan kelanjutan dari rangkaian kolaborasi yang telah dibangun melalui SSTY 2025. Pada tahun sebelumnya, kegiatan yang melibatkan sekitar 1.000 doktor dan guru besar di lingkungan LLDIKTI Wilayah V serta pendampingan belanja masalah bersama pemerintah daerah Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta telah menghasilkan berbagai proposal riset dan pengabdian yang kemudian dikompetisikan melalui skema riset dan pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun anggaran 2026. “Pada hari ini dimulai dengan SSTY tahun 2026, diharapkan implementasi 22 konsorsium PTN-PTS dapat mengakselerasi pembangunan daerah dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Prof. Setyabudi. Menurutnya, SSTY 2026 tidak hanya diarahkan untuk melihat potensi perguruan tinggi negeri dan swasta dalam menangkap peluang pembangunan daerah. Lebih dari itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkontribusi terhadap kemajuan peradaban. “Kerja sama antara entitas perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan wujud dari ekosistem pendidikan tinggi untuk peradaban,” tegasnya. Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya memastikan ilmu pengetahuan dan riset memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, setiap pengembangan ilmu pengetahuan pada akhirnya perlu menjawab pertanyaan mendasar mengenai siapa yang memperoleh manfaat dari pengetahuan tersebut. “Ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab pada akhirnya selalu membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana, siapa yang hidupnya menjadi lebih baik karena pengetahuan itu hadir?” tutur Sri Sultan. Sri Sultan menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki kekuatan berupa pengetahuan, metodologi, daya kritis, dan keberanian untuk bertanya. Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki data mengenai persoalan masyarakat, ruang kebijakan, serta tanggung jawab untuk memastikan pembangunan memberikan dampak nyata bagi warganya. Kolaborasi kedua pihak, menurutnya, dapat membawa ilmu pengetahuan kembali kepada masyarakat sebagai pihak yang menjadi alasan ilmu tersebut dikembangkan. Beliau juga menegaskan bahwa inovasi yang bermakna tidak selalu merupakan inovasi yang paling kompleks. Menurutnya, inovasi dapat dinilai dari kemampuannya membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih pasti, lebih mudah, dan lebih bermartabat. Prinsip tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana yang menempatkan upaya keilmuan sebagai bagian dari ikhtiar untuk merawat dan memuliakan kehidupan. Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dan substantif sebagai bagian dari ekosistem pembangunan bersama pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ia menyoroti kondisi Yogyakarta yang memiliki konsentrasi perguruan tinggi, guru besar, doktor, penelitian, dan pakar dalam jumlah besar, tetapi pada saat yang sama masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan, termasuk kemiskinan dan ketimpangan di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sebuah paradoks yang perlu dihadapi secara jujur oleh perguruan tinggi. Capaian akademik seperti akreditasi, sitasi, dan peringkat internasional tetap penting untuk diperjuangkan, tetapi perguruan tinggi juga perlu memastikan bahwa keunggulan tersebut memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. “Daerah dengan ilmu paling banyak belum tentu daerah dengan dampak yang paling bisa dirasakan,” tegas Prof. Fauzan. Ia menambahkan bahwa paradigma tersebut menjadi salah satu dasar perubahan pola pikir dalam tata kelola pendidikan tinggi melalui gagasan “Dikti Saintek Berdampak.” Menurutnya, ilmu pengetahuan yang berhenti pada jurnal dan prototipe belum menyelesaikan seluruh perjalanan ilmu tersebut apabila belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Prof. Fauzan menilai pembentukan konsorsium PTN-PTS menjadi langkah penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa konsorsium tidak sekadar menjadi kumpulan institusi yang bekerja sama secara administratif, melainkan wadah untuk menyatukan berbagai keahlian dalam menjawab persoalan yang kompleks. Rangkaian sambutan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembukaan SSTY 2026 sekaligus launching 22 konsorsium PTN-PTS LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta. Pembukaan ditandai dengan simbolisasi yang dilakukan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Launching 22 konsorsium PTN-PTS tersebut menjadi penanda dimulainya penguatan kolaborasi perguruan tinggi di DIY dalam mendukung pembangunan daerah melalui riset dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Acara selanjutnya yaitu pematerian oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dijabat oleh Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng, Kepala Badan Perencanaan Riset  Pembangunan Provinsi DIY  Danang Setiadi, S.I.P., M.T. Humas ​​​​​​​LLDIKTI Wilayah V

Semarak Peringatan HUT ke-81 RI di LLDIKTI Wilayah V: Perguruan Tinggi Sebagai Tulang Punggung Kebangkitan Bangsa

Yogyakarta – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V sukses menggelar Upacara Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh ratusan dosen dan pegawai di lingkungan LLDIKTI Wilayah V (17/8) Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, membacakan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Dalam amanat yang disampaikan, Menteri Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai tulang punggung kebangkitan Indonesia. Kampus ditekankan tidak hanya bertugas mencetak lulusan dan memberikan gelar, melainkan harus hadir melahirkan manusia unggul berintegritas serta tempat tumbuhnya riset, teknologi, dan inovasi. Riset di perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti sebagai laporan atau publikasi saja, melainkan bergerak menjadi prototipe, paten, produk, dan solusi nyata yang dapat digunakan masyarakat. Selain itu, disampaikan pula pesan dan harapan besar dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kepada seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat kemandirian nasional melalui penguasaan sains dan teknologi. Kelancaran dan kehidmatan jalannya upacara peringatan HUT ke-81 RI ini tidak lepas dari peran aktif para mahasiswa perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah V. Bertindak sebagai petugas upacara yaitu mahasiswa dari Sekolah Tinggi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, serta diiringi oleh tim paduan suara "Nafiri" dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Penampilan disiplin dan kompak dari para mahasiswa tersebut menambah nuansa semangat kebangsaan sepanjang jalannya prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Melalui momentum peringatan kemerdekaan ini, seluruh jajaran LLDIKTI Wilayah V beserta perguruan tinggi di lingkungannya berkomitmen untuk terus merapatkan barisan, menyatukan kepakaran, dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

LLDikti V Dorong Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Percepat Menuju Unggul

LLDikti Wilayah V mendorong Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mempercepat langkah menuju Perguruan Tinggi Unggul melalui penguatan mutu, pemaparan kesiapan institusi, dan pendampingan SPMI. Dengan 14 dari 24 program studi telah berpredikat Unggul, UST terus memperkuat kualitas dan tata kelola melalui kolaborasi bersama LLDikti Wilayah V untuk menghadirkan peningkatan mutu yang berdampak nyata.

Perkuat Ekosistem Integritas Kampus, LLDIKTI Wilayah V Gelar Penguatan Kapasitas Dosen PAK

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V   menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Dosen Pengampu Pendidikan Antikorupsi (PAK) bagi Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan DIY yang berlangsung dati tanggal 28 sampai dengan 29 Juli 2026. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam melahirkan generasi muda yang berintegritas serta mendorong akselerasi pencegahan korupsi secara berkelanjutan. Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianthi, memaparkan tiga pilar utama pemberantasan korupsi, yakni pendidikan untuk membangun niat antikorupsi, pencegahan melalui perbaikan sistem, dan penindakan. Ia menekankan pentingnya edukasi tinggi dalam meningkatkan Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) serta Indeks Persepsi Korupsi (IPK) nasional melalui penguatan budaya zero tolerance terhadap tindakan koruptif. Pakar hukum Universitas Indonesia, Gandjar Laksmana Bonaprapta, mengingatkan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berakar dari gratifikasi dan penyimpangan cara berpikir. Untuk membendung hal tersebut, insan akademis diajak memegang teguh sembilan nilai dasar antikorupsi "JUMAT BerSePeDA KK"Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras serta memahami berbagai bentuk tindak pidana korupsi secara komprehensif. Sejalan dengan hal tersebut, Strategic Manager AIPJ3, Teguh P. Nugroho, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan ekosistem integritas kampus yang transparan dan akuntabel, bukan sekadar penambahan regulasi formal. Sementara itu, Prof. Dr. Sumaryati, M.Hum. memberikan panduan teknis mengenai strategi insersi PAK ke dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dan mata kuliah relevan lainnya. Melalui pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), nilai-nilai antikorupsi dapat diinternalisasikan secara efektif dalam perkuliahan. Melalui penguatan kapasitas ini, para dosen diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi mahasiswa dan mewujudkan budaya antikorupsi yang kokoh di lingkungan kampus. Materi Humas LLDIKTI Wilayah V

Selengkapnya Kabar LLDIKTI
Kabar PTS Jogja

UMY Terapkan Pembinaan Karakter 8 Semester, Siapkan Baitul Arqam bagi Penerima Beasiswa

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerapkan pembinaan karakter Islami bagi mahasiswa melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung selama delapan semester. Selain program reguler, UMY juga merencanakan kegiatan Baitul Arqam khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa.

UMY Evaluasi Penerima Beasiswa Tiap Semester, Kelanjutan Beasiswa Bergantung pada Kinerja

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerapkan evaluasi setiap semester bagi mahasiswa penerima beasiswa. Hasil evaluasi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan kelanjutan bantuan pendidikan pada semester berikutnya.

UMY Alokasikan Rp34 Miliar untuk Beasiswa 2026, Hanya 113 dari 2.841 Pendaftar Lolos

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengalokasikan dana sebesar Rp34 miliar untuk program beasiswa pada 2026. Di tengah tingginya minat calon mahasiswa, seleksi program beasiswa UMY berlangsung ketat. Dari 2.841 pendaftar, sebanyak 113 orang dinyatakan diterima.

Mahasiswa Internasional UMY Pilih Presiden Baru untuk International Students Association

Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pemilihan presiden dan wakil presiden baru untuk memimpin organisasi mereka setahun ke depan. Pemilihan ini menjadi tahap awal peralihan kepemimpinan dari pengurus lama kepada pengurus baru.

Beasiswa Full Study UMY 2026 Jangkau 113 Mahasiswa, Termasuk dari Filipina

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat sebanyak 113 mahasiswa penerima Beasiswa Full Study tahun 2026, termasuk satu mahasiswa asal Filipina. Melalui program tersebut, UMY tidak hanya memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat pembinaan untuk mendorong mahasiswa berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Munas Forum Dekan FH dan STIH PTMA 2026 Dorong Penguatan SPMI

Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Nasional (Munas) Forum Dekan Fakultas Hukum (FH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia 2026. Penjaminan mutu ditekankan sebagai proses berkelanjutan yang melekat pada penyelenggaraan pendidikan, bukan sekadar persiapan menghadapi akreditasi.

Selengkapnya Kabar PTS Jogja

LAYANAN DARING

PANDAWA

PANDAWA adalah aplikasi satu pintu untuk semua layanan di LLDikti Wilayah V yang bertujuan untuk memudahkan layanan dan mewujudkan satu data terintegrasi LLDikti Wilayah V.

Kunjungi Platform >

STANDAR PELAYANAN

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU Info PMB

Lihat Semua
Testimoni

Apa Kata Mereka?

Testimoni dan ulasan seputar layanan LLDIKTI Wilayah V

Muklas
Rektor Universitas Ahmad Dahlan
Sudi Mungkasi
Plh Rektor Universitas Sanata Dharma
Greg. Sri Nurhartanto
Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta
Wegig Pratama
Ketua Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta
Pardimin
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Wisnu Prayogo
Ketua STIE YKPN
Risdiyanto
Rektor Universitas Janabadra
Dosen PNS DPK
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Dosen
Universitas Ahmad Dahlan
Dosen PNS DPK
Universitas AKPRIND
Rektor
Universitas Islam Mulia
Kepala Penjaminan Mutu
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Dosen PNS DPK
Universitas Ahmad Dahlan
Dekan FKIP
Universitas PGRI Yogyakarta
Hery Kristiyanto
Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Galeri Video Edukasi

Dokumentasi & Tayangan Informatif LLDIKTI Wilayah V
Ngobrolin Seleksi Sampai Tips Curi Start Lolos Pilmapres bareng Juara Mapres 2023

Di episode ketiga ini, kita bakal bongkar tips lolos Pilmapres, langsung bareng Mapres 2023. Jadi, buat kamu yang tertarik untuk mengikuti atau sedang mengikuti seleksi Pilmapres tonton sampai abis yaa!

EDUFAIR - GOWES BERSAMA LLDIKTI V

Memasuki usia ke- 7 Windu LLDIKTI Wilayah V terus berkolaborasi dan bersinergi dengan mitra Pendidikan Tinggi di wilayah kerjanya melalui kegiatan Education Fair (8/10/23), dengan mengusung tema ”Kayuh Progres Percepatan Pendidikan Tinggi Unggul”.

POV LLDIKTI Jogja dari Orang Dalem VS Stakeholder
SUKMA MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL, JANGAN TAKUT!!

"Mempersembahkan Short movie inspiratif yang mengisahkan perjuangan Sukma, seorang mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual secara verbal dari dosennya. Dibantu oleh sahabat setianya, ia berani melaporkan insiden tersebut dan menuntaskan masalah ini melalui mekanisme Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual). Video ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku pelecehan seksual dan memberikan panduan tentang cara melaporkannya. ???? Saksikan kisah inspiratif ini dan mari sebarkan pesan positif ini ke sebanyak mungkin orang. ❤️ Jangan lupa untuk like, comment, share, dan subscribe agar kamu tidak ketinggalan konten inspiratif lainnya yaa. Find us on _____ Youtube: lldikti5 Whatsapp: 08112982558 Website: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/ . . #lldikti #lldikti5 #filmpendek #pelecehanseksual #ppksdumpy #merdekabelajar #ayokuliahdijogja #dulurlima

Profil Pembangunan Zona Integritas

Pembangunan Zona Integritas di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi. Dulur LIMA BISA!!