Biji Kopi

Pembaca yang kreatif, alkisah terdapat seseorang yang merenovasi rumah di Jepang. Ketika orang ini mencoba meruntuhkan tembok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong karena kakinya melekat pada sebuah paku. Konon, rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. 
 

Dengan rasa kasihan sekaligus penasaran, orang itu memeriksa paku tadi. Ditemukanlah jawaban kalua paku itu telah ada ada sejak 10 tahun lalu ketika rumah itu dibangun pertama kalinya. Apa yang terjadi? Bagaimana seekor kadal bisa bertahan selama 10 tahun dalam kegelapan tanpa bergerak sedikitpun?
 

Menurutnya, itu adalah mustahil dan tidak masuk akal."Bagaimana kadal bisa bertahan hidup tanpa berpindah tempat sejak kakinya melekat pada paku itu?"pikirnya. Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu. Ia berusaha mencari jawaban mengenai apa yang dilakukan kadal itu serta apa yang dimakannya hingga bisa bertahan selama ini.
 

Disaat ia berpikir itu kemudian muncul seekor kadal lain dengan makanan di mulutnya. Orang itu pun merasa terharu meihat hal itu. Ternyata selama ini ada kadal lain yang selalu membawakan makanan untuk si kadal yang terperangkap.
 

Pembaca yang kreatif, kisah itu bisa memberi inspirasi kepada kita untuk lebih berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, rekan kerja, teman, tetangga, serta orang lain. seberapa besar diri kita memberikan kontribusi baik pada orang di sekitar kita? Apakah kita hanya bisa berkomentar ketika orang melakukan aktivitasnya? Apakah kita hanya diam membisu tidak memberi perhatian atau cuek dengan keadaan? Tentunya perhatian dan komentar positif kepada sekeliling kita memberikan cinta dan kebaikan yang mungkin akan kita rasakan suatu saat nanti.
 

Parlindungan Marpaung mengatakan, saat ini perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang kompeten dalam menyelesaikan pekerjaannya, tetapi juga membutuhkan manusia-manusia yang sanggup menjadi biji kopi ketika berkutat dengan beban masalah pekerjaannya. Pejabat dan karyawan ‘biji kopi’ yang mampu memberikan keharuman citra perusahaan melalui ungkapan-ungkapan yang optimistis bukans ekedar kritikan dan cercaan tanpa berbuat apa-apa.
 

Maka jadilah ‘biji kopi’! Mengapa biji kopi? Mungkin Anda pernah measakan apa jadinya ketika sesuatu yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan? Atau sesuatu yang terjadi tidak sesuai prediksi? Tentu yang seringkali muncul adalah kekecewaan. Kalau kekecewaan adalah seperti air panas mendidih, apa yang terjadi ketika biji kopi yang sudah digiling kena air panas mendidih? Tentunya yang muncul adalah keharuman. Pejabat dan karyawan seperti ini bisa memberikan warna dan memberikan ketenangan disaat situasi sedang kalut, serta menghibur ketika pikiran sedang galau.
 

Pembaca yang kreatif, jika kita mau berpikir lebih jernih, bukan keakuan, hal yang didapatkan seseorang pasti memiliki hikmah dari semua proses yang terjadi. Apa yang diperoleh saat ini tentunya akumulasi dari masa lalu atau proses yang dilakukan pada masa sebelumnya.
 

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.
 

Sehat dan sukses selalu. 
 

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 2 Agustus 2019 di Rubrik Inspira halaman 22.
 


BAGIKAN