Gender dan Modernisasi

Permasalahan gender memang menjadi topik yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Meskipun sudah lama menjadi perhatian baik oleh masyarakat maupun oleh pembuat kebijakan, namun permasalahan gender masih banyak ditemukan dalam masyarakat.

Beberapa persoalan yang biasa ditemukan di masyarakat antara lain, pertama, masyarakat masih sering salah dalam memahami apa itu gender dan apa itu jenis kelamin. Kedua, terjadinya bias gender dan yang ketiga adalah terjadinya ketidakadilan gender. Demikian diungkapkan Dwi Astuti, M.Si., dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM).

“Terkait dengan permasalahan pertama, masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan apa itu gender dan apa itu jenis kelamin. Masyarakat masih menganggap bahwa keduanya adalah sama. Padahal keduanya adalah konsep yang sangat berbeda. Jika jenis kelamin berbicara tentang penggolongan/pengelompokan dua manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang dibawa sejak lahir, maka gender adalah pengelompokkan/pembagian manusia berdasarkan peran sosial,” kata Dwi.

Permasalahan ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat agar tidak salah paham dalam memandang permasalahan gender. Salah satu contoh dari kesalahan pandangan masyarakat terhadap gender adalah ketika seorang laki-laki dianggap tidak boleh menangis karena dianggap sebagai tanda kelemahan. Padahal, menangis adalah hal yang manusiawi dan bukan sekadar milik perempuan.

“Dalam upaya mengatasi permasalahan gender, maka pemerintah bersama-sama dengan masyarakat perlu memberikan edukasi yang tepat tentang perbedaan gender dan jenis kelamin. Edukasi ini penting untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai peran sosial yang sesuai dengan gender masing-masing individu,” tutupnya.

Semoga dengan upaya ini, permasalahan gender dapat diatasi dan masyarakat dapat hidup dalam kesetaraan dan keadilan tanpa adanya diskriminasi berdasarkan gender.

Humas@UWM


BAGIKAN