Identitas Diri

Oleh: Erik Hadi Saputra
Tim LKMM LLDikti Wilayah V Yogyakarta
Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Direktur Kehumasan dan Urusan Internasional Universitas AMIKOM Yogyakarta

Pembaca yang kreatif, apakah Anda memiliki kisah kesuksesan di masa lalu yang mana kesuksesan itu memberi dampak perubahan pada diri Anda? Rasa bahagia, kegembiraan, pres- tasi dan bisa saja karena hal yang Anda lakukan membuat kepuasan tersendiri.

Anda masih ingatkah? Apa yang anda lakukan pada masa lalu itu sehingga membuat anda berhasil di masa sekarang atau bahkan di masa yang akan datang?

Seseorang bertanya kepada saya bagaimana caranya enjoy berbicara? Saya jawab perbanyak jam, hari, dan bulan yang Anda berperan sebagai pem- bicara. Semakin banyak jam terbang maka Anda akan semakin enjoy. Kemudian ada seorang peserta pelatihan Public Speaking yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka penguatan teknik komunikasi bagi kader Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ia bertanya mengenai esensi materi yang diperoleh  jika dibumbui dengan humor.

Karena peserta ini merasa mendapatkan materi humornya saja, sepertinya materi saya begitu mudah masuk ke peserta ini dikarenakan faktor kritisnya sedang terbuka dan secara  emosional cerita humor tadi langsung terekam jelas. Keraguannya adalah bagaimana nanti ketika dia menjadi pembicara dalam penyuluhan? Pembaca yang kreatif, memperkuat materi tidak ada salahnya dibumbuhi ada materi humor sebagai bagian dari mencairkan suasana.

Justru menurut saya itu sesuatu yang membuat peserta dekat dengan pembicara. Banyak hal sebenarnya selain humor. Bisa dengan bercerita, permainan (game), bernyanyi, atau senam menggerak- kan tubuh. Agar semakin meyakinkan saya bertanya kepa- da 29 peserta lainnya. Apa yang mereka dapatkan dari materi ketika saya mengisi? Ternyata jawabannya tidak sepenuhnya sama. Bahkan bisa dikatakan masing-masing memiliki kekuatan berbeda dalam menerima materi yang membuat emosional. Ada yang mengena pada bagian quote, ada yang teknik komunikasinya, ada yang langsung menerima game, serta ada yang suka contoh terkait masalah hati. Jadi ternyata berbeda-beda.

Pembaca yang kreatif, Anda akan menemukan banyak kondisi ketika Anda memiliki banyak jam berbicara offline dan online dengan orang lain. Namun satu yang harus kita pahami adalah peserta tergantung pembicara. Jangan berharap peserta mendengarkan dan fokus selalu kepada Anda karena mereka sudah banyak persoalan pribadi, pekerjaan, dan keluarga.

Namun buatlah alasan mereka harus men- dengarkan Anda. Anda akan didengarkan ketika memang layak untuk didengarkan. Fokus saja berbuat maksimal dalam memberikan materi. Tunjukkan rasa antusias dan energi yang positif. Hindari kata "Waah ini adalah sesi setelah Ishoma. Pasti berat dan (membuat) mengantuk..". Saya khawatir Anda yang jadi MC, moderator, atau pembicara malah sudah mengantuk sebelum acara dimulai.

Yakin saja, kalau Anda bersemangat mereka akan tetap terjaga bahkan antusias. Kalaupun ada yang tertidur itu bisa saja karena dia tidak tidur semalaman. Jadi membingkai ulang terhadap audiens harus positif dalam benak pembicara. Ketika Anda relaks, maka Anda akan melihat banyak hal yang bisa disampaikan tanpa terduga. Semua itu sebenarnya sudah pernah ada dalam pikiran Anda namun beban selama ini membuat itu tidak mengalir.

Pembaca yang kreatif, bagaimana nanti hasilnya? Silahkan dibayangkan dan dibuatkan jalan dalam pikiran Anda bahwa semua akan berjalan lancar. Kadang kita boleh belajar dari kondisi senja hari, dimana semua akan indah pada akhirnya.

Kesuksesan itu berasal dari diri mereka yang sudah tidak lagi memikirkan bagaimana komentar orang tentang mereka. Namun sudah sampai pada tahapan semoga hadirnya mereka memberi inspirasi, dan itu menjadi identitas diri. Sehat dan sukses selalu.


Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 7 Agustus 2020 di Rubrik Inspira halaman 10

 


BAGIKAN