Ingat Bahagia

Pembaca yang kreatif, Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang bersemangat menyampaikan tagar #hidup100persen dengan penguatan kata sadar, sehat, produktif dan bahagia. Saat ini dibutuhkan pribadi yang sadar dengan pikiran-pikiran positif dan membangun. Sehat jasmani dan menjadikannya sebagai lifestyle. Produktif menghasilkan karya walaupun kondisi kebih banyak dari rumah dan bahagia menerima apa yang ada dengan rasa syukur mendalam.

Pembaca yang kreatif, bagaimana Anda menyikapi bahagia? Alkisah, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itu sang jenderal dijuluki sebagai "Sang Penakluk" oleh rakyat Tiongkok pada masa itu.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, sang jenderal dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang jumlahnya lebih banyak. Mereka melarikan diri, namun terdesak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit terlihat putus asa dan ingin menyerah saja.

Sang jenderal segera mengambil inisiatif dan mengatakan, "Wahai seluruh prajuritku, menang kalah adalah sesuatu yang ditakdirkan. Kita akan menanyakan kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang." "Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini!" kata sang jenderal sambil mengacungkan sekeping uang. "Jika sisi gambar yang muncul, maka kita akan menang. Namun jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah. Biarlah dewa-dewa yang menentukan, apa yang akan terjadi!" seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos.

Ternyata yang muncul adalah sisi gambar. Keadaan itu disambut histeris oleh para pasukan. "Dewa-dewa di pihak kita!, kita sudah pasti me nang!". Kekuatan dengan semangat membara membuat mereka berbalik menggempur pasukan lawan. Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menaklukkan lawan yang berlipat-lipat banyaknya.

Pembaca yang kreatif, pada senja pasca kemenangan, seorang prajurit berkata, "Kemenangan kita telah ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita." Sang jenderal menukas, "Oh ya?" sambil melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah gambar.

Pembaca yang kreatif, dari kehidupan ini kita banyak diberikan pilihan. Semuanya kembali ke pada kita, apakah menjadikannya sebagai persoalan yang membuat kita jadi tambah kerjaan atau melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah kemampuan kita. Kita dianugerahi pikiran untuk selalu dapat memanfaatkannya. Pada saat pelatihan manajemen kerja dan kepemimpinan organisasi untuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Yogyakarta, dua peserta (Bu Arum dan Bu Siti) bertanya kepada saya seputar bagaimana orang yang mengeluh dengan kondisi saat ini yang membuat dia tidak banyak melakukan aktivitas.

Pembaca yang kreatif, kita boleh mengeluh dengan keterbatasan yang terjadi saat ini atau mulai memunculkan kreativitas dalam melakukan sesuatu yang baru dengan cara cara baru yang belum terbiasa kita lakukan sebelumnya. Kenapa orang itu mengeluh? Karena dia masih berharap sesuatu yang akan dia dapatkan dan rasa khawatir akan kehilangan itu. Memang dalam hidup ini ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah. Banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita. Namun kita tetap bisa mengubah pikiran kita sendiri, untuk terus sadar, sehat, produktif dan Ingat bahagia.

Sehat dan sukses selalu.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 4 September 2020 Rubrik Inspira halaman 10


BAGIKAN