IT Governance Jadi Kunci Transformasi Digital Perguruan Tinggi

Transformasi digital di perguruan tinggi kini tidak hanya terkait dengan jaringan komputer dan infrastruktur, melainkan juga dengan tata kelola informasi yang strategis, yang harus selaras dengan visi institusi. Hal ini menjadikan penerapan IT Governance bukan sekadar urusan teknis, tetapi sebagai infrastruktur yang menentukan arah perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di era digital.

Pernyataan ini disampaikan oleh pakar Teknik Komputer, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., SMIEEE, dalam acara Cisco Networking Academy Conference di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (17/07). Ia membagikan pengalamannya dalam membangun tata kelola teknologi informasi di institusi pendidikan tinggi dengan pendekatan yang visioner dan terukur.

Dalam pemaparannya, Adian menegaskan bahwa insinyur komputer saat ini tidak hanya berperan sebagai teknisi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam teknologi suatu institusi. Menurutnya, perguruan tinggi memerlukan insinyur yang memahami keseluruhan proses pengelolaan kampus, agar sistem informasi dan infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi sebagai pendorong capaian institusi, bukan sebagai beban.

“IT Governance dimulai dari pemahaman mendalam terhadap visi institusi yang diturunkan ke tujuan dan critical success factors yang terukur. Setelah itu, akan terbentuk proses pengelolaan yang didasarkan pada kebutuhan informasi dan data, yang kemudian memerlukan sistem informasi serta aplikasi pendukung,” ujar Adian.

Menurutnya, dari pemahaman tersebut, kebutuhan infrastruktur teknologi informasi dapat dirumuskan dengan tepat, sehingga setiap investasi teknologi yang dikeluarkan oleh institusi dapat tepat guna dan memberikan dampak yang nyata. Pengalaman Adian dalam membangun jaringan komputer di salah satu perguruan tinggi menjadi dasar baginya dalam menerapkan IT Governance yang terencana. Ia menekankan bahwa pengelolaan teknologi informasi jauh lebih kompleks daripada sekadar membangun server, jaringan, dan aplikasi.

“Dengan IT Governance yang terencana, perguruan tinggi akan mampu memanfaatkan data dan teknologi untuk mendukung publikasi ilmiah, kolaborasi riset, hingga efisiensi proses Tri Dharma secara lebih terukur,” imbuhnya.

Adian juga mengajak para peserta Cisco Networking Academy Conference untuk mulai memposisikan diri dalam memahami konsep IT Governance secara komprehensif. Keberhasilan transformasi digital perguruan tinggi sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk membangun ekosistem teknologi informasi yang strategis, berkelanjutan, dan berdampak nyata terhadap capaian institusi. (ID)


BAGIKAN