Pembaca yang kreatif, sahabat saya Ustaz Muhaimin Azzet dalam video yang diunggah di Azzet Channel menceritakan sebuah kisah yang dikutip dari buku Cahaya dari Madinah karya Syekh Ali Jaber. Dalam buku itu, guru Syekh Ali Jaber yang sedang menunaikan ibadah haji bermimpi ditemui oleh Rasulullah SAW.
Pada malam pertama mimpi itu, Rasulullah SAW berkata kepada sang guru, "Setelah haji ini, engkau pulang dan datangilah sebuah rumah di alamat ini. Temuilah fulan bin fulan, sampaikan salamku untuknya dan katakan bahwa aku menunggunya di surga."
Setelah bangun dari mimpi itu, guru Syekh Ali Jaber tidak begitu memperhatikan karena antara yakin dan tidak yakin. Pada malam kedua, ternyata mimpi yang sama terjadi lagi. Dalam mimpi itu jelas disampaikan alamat rumah, kota, bahkan nomor rumahnya. Namun mimpi pada malam kedua itu pun masih membuat sang guru bertanya-tanya. "Apa benar mimpi ini?".
Pada malam ketiga, dalam mimpinya ia kembali didatangi oleh Rasulullah SAW yang lebih menekankan perkataannya lagi. Kaget dengan mimpi yang sama pada malam ketiga itu, guru syeikh Ali Jaber langsung tersentak bangun dari tidurnya dan semakin yakin dengan mimpi ini.
Pembaca yang kreatif, sepulang dari haji hal pertama yang langsung dilakukan sang guru adalah mendatangi alamat rumah yang ada dalam mimpi itu. Ternyata betul, alamat itu ada, begitu juga orang bernama fulan bin fulan. Yang membuat ragu adalah orang itu bertemu dengannya saat sedang berada di warung kopi. Menjawab keraguan itu, sang guru bertanya apakah masih ada orang lain bernama sama di daerah tersebut. Ternyata tidak ada orang lain lagi yang bernama sama. Sang guru pun mengajak fulan bin fulan kesuatu tempat untuk menepi dan menyampaikan bahwa ia mendapatkan salam dari Madinah. "Siapa? Saya tidak pernah ke Madinah," sahut fulan.
Sang guru sempat membatin mendengar jawaban tersebut. Apalagi fulan belum pernah ke Madinah apalagi haji atau umrah. Sang guru meneruskan pembicaraannya, "Sebelum aku sampaikan titipan ini, bolehkah aku meminta engkau menceritakan amalan apa yang engkau lakukan selama ini?" Fulan pun menjawab, "Apa maksudnya? Mengapa engkau bertanya seperti itu?" Sang guru pun bercerita bahwa ia mendapatkan titipan salam dari Rasulullah Muhammad SAW.
Mendengar pesan itu, fulan bin fulan pun pingsan. Begitu ia siuman, sang guru kembali bertanya: "Amalan apa yang kau lakukan sehingga Rasullah SAW mengirimkan salam?" Fulan mengatakan, "Kau harus berjanji tidak menyebut namaku ketika suatu saat engkau menceritakan ini."
Ternyata ketika mendapatkan gaji tiap bulan, fulan ini membagi gajinya ini menjadi tiga bagian. Pertama dia tabung untuk keperluan di luar dugaan, kedua untuk kebutuhan keluarga, dan ketiga untuk anak-anak yatim. Sudah 15 tahun dia melakukan itu tanpa diketahui orang lain, termasuk keluarganya sendiri.
Banyak sekali kisah inspiratif yang sering disampaikan Syekh Ali Jaber untuk kita semua. Kemarin, ulama besar inspiratif ini meninggal dunia. Semoga semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat dari ilmu dan karya beliau.
Sehat dan sukses selalu.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 15 Januari 2021 Rubrik Inspira halaman 8