Lilin Magic

Pembaca yang kreatif, pernahkah Anda menggunakan lilin magic? Ini adalah lilin yang dipakai oleh sebagian orang untuk merayakan tasyakuran sederhana di atas kue tart. Ketika Anda meniup lilin tersebut, maka terlihat apinya akan padam. Namun beberapa detik kemudian lilin itu menyala lagi. Meskipun kita berkali-kali meniupnya, namun lilin tersebut tetap menyala. Lilin tersebut baru bisa padam jika sudah sampai batas lilin itu dan hanya tinggal tusuk plastik yang menempel pada kue. Saya pernah mencoba dengan berkali-kali meniupnya dan akhirnya saya menerima kenyataan untuk melihat apinya sampai selesai.

Saya jadi teringat lirik lagu 'Tak Pernah Padam' yang dinyanyikan Sandhy Sondoro: "Senyumanmu masih jelas terkenang. Hadir selalu seakan tak mau hilang dariku.  Takkan mudah ku bisa melupakan. Segalanya yang telah terjadi. Di antara kau dan aku, Di antara kita berdua. Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu. Kini kau telah menghilang jauh dari diriku. Semua tinggal cerita antara kau dan aku. Namun satu yang perlu engkau tahu. Api cintaku padamu tak pernah padam, Tak pernah padam. Takkan mudah ku bisa melupakan. Segalanya yang telah terjadi. Di antara kau dan aku. Di antara kita berdua. Kini tak ada terdengar kabar dari dirimu. Kini kau telah menghilang jauh dari diriku. Semua tinggal cerita antara kau dan aku. Namun satu yang perlu engkau tahu. Api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam." 

Pandangan saya tentang syair itu adalah seseorang yang berpisah dengan keluarga yang dicin tainya. Namun kisah yang pernah ada itu seolah tak pernah hilang, tak terlupakan, tetap tersimpan, dan begitu berkesan.

Pembaca yang kreatif, ibarat api dari lilin magic dan api cinta Sandhy Sandoro yang tak pernah padam tadi kita umpamakan seperti semangat seseorang yang terus menyala. Semangat yang tak pernah habis dalam mem beri yang terbaik. Jika kita berbagi manfaat untuk orang lain tak lekang oleh waktu, maka hidup ini terasa sangat indah.

Tiga hari yang lalu saya bertemu dengan Guru Besar Kedokteran Hewan UGM, Prof. R. Wasito. Saya menyampaikan kekaguman saya kepada beliau. Sejak tahun 1997 hingga sekarang, beliau tetap diberikan kebugaran fisik dan semangat yang terus terlihat setiap berinteraksi dengan orang lain. Setelah saya bertanya apa rahasianya ternyata salah satunya adalah terus menebarkan kebaikan (manfaat) buat banyak orang.

Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Prof. M. Suyanto, beberapa waktu yang lalu merayakan milad ke-60 tahun. Di rumah, saya dan istri sempat berpikir beliau baru berusia 50 tahun. Karena usianya tidak terlihat dari raut wajahnya. Begitu juga energi dan semangatnya dalam menginspirasi banyak orang tidak mencerminkan usianya.

Pembaca yang kreatif, orang-orang yang hebat di usia terhebat tidak pernah berhenti berkarya dalam usaha mereka yang dibarengi dengan doá yang panjang. Magic seperti lilin tadi, dan api yang tak pernah padam seperti syair Sandhy Sondoro. Suatu saat, saya ditanya oleh seorang guru ketika kami berdua sedang duduk santai sambal persiapan hendak mengisi materi pembekalan untuk orang tua dan siswa. Ia bertanya tentang pandangan saya terkait usaha dan doa. Saya mengatakan, doa tanpa usaha akan menjadikannya kosong. Sedangkan, usaha tanpa doa bisa menjadikan kesombongan. Jika keduanya berjalan Bersama maka usaha dan doá bisa menjadi lilin magic untuk kita. 

Sehat dan sukses selalu.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 21 Februari 2020 di Rubrik Inspira halaman 13


BAGIKAN