Perilaku keuangan mencakup tindakan seseorang dalam mengelola uang mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan cara seseorang mengatur dan memanfaatkan sumber daya keuangan yang tersedia. Perilaku keuangan juga melibatkan tanggung jawab keuangan seseorang dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Tanggung jawab keuangan meliputi pengelolaan uang dan aset dengan cara yang produktif, serta penggunaan proses keuangan dan aset. Dengan demikian, perilaku keuangan adalah cara seseorang memperlakukan, mengatur, dan memanfaatkan sumber keuangan mereka. Hal ini disampaikan oleh Bangun Putra Prasetya, SE, M.Sc., MM yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) diKampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, pada Rabu (15/3).
Dalam perilaku keuangan, berhubungan erat dengan literasi keuangan. Literasi keuangan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan mereka dengan tujuan mencapai kesejahteraan. Dalam konteks globalisasi, persiapan diperlukan khususnya dalam bidang keuangan. Literasi keuangan mencakup kesadaran dan pengetahuan tentang produk keuangan, lembaga keuangan, dan konsep-konsep terkait dengan keterampilan mengelola keuangan. “Ada empat aspek yang terkait dengan literasi keuangan, yaitu pengetahuan dasar tentang keuangan, menyimpan dan meminjam uang, asuransi, dan investasi,” ungkapnya.
Self-efficacy merupakan bagian dari pendekatan behavioral dan kognitif sosial. Konsep ini menunjukkan keyakinan individu dalam menguasai situasi dan mencapai hasil yang positif. Ketika self-efficacy dikombinasikan dengan tujuan spesifik dan pemahaman tentang pencapaian, hal ini akan menentukan perilaku di masa depan. “Dalam konteks keuangan, Financial Self-Efficacy merupakan keyakinan seseorang dalam mengubah perilaku keuangan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Dimensi Financial Self-Efficacy yang mempengaruhi perilaku keuangan serupa dengan dimensi self-efficacy pada umumnya, yaitu level (magnitude), strength, dan generality. Dimensi pertama, level, mengukur seberapa sulit tugas yang dirasakan oleh individu. Dimensi kedua, generality, mengukur sejauh mana individu yakin dengan kemampuan mereka dalam berbagai situasi, dari tugas yang rutin hingga tugas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dimensi ketiga, strength, mencerminkan kepercayaan diri seseorang dalam melakukan tugas tertentu.
Humas@UWM