Membangun Kedekatan

Pembaca yang kreatif, teman saya bercerita ketika dia melakukan pembicaraan awal dengan perusahaan yang biasa membuat video company profile. Teman saya sudah membuat konsep dan alur cerita yang menggambarkan institusinya. Dalam pembicaraan pertama bertemu tersebut, pihak kru mengusulkan memotong banyak alur sesuai pandangan kuat mereka yang menurut teman saya jadi tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Terlihat sekali cara kerja yang membuat klien harus mengikuti keinginan perusahaan jasa tersebut.

Kenyataannya, bukan perusahaan jasa yang menyesuaikan keinginan calon pelanggannya. Melihat kondisi ini, walaupun pertemanan sudah terjalin sejak lama, namun dalam menyamakan keinginan ternyata tidak mudah.

Saya memberikan kalimat seperti ini: "Anda bisa berteman tapi sepertinya sulit untuk berbisnis." Sebenarnya hal ini sangat disayangkan, karena pertemanan adalah modal yang sangat baik untuk memasarkan produk atau jasa. Namun idealisme mengaburkan semuanya.

Pembaca yang kreatif, terbayang jika Anda belum saling mengenal dan ini adalah pengenalan pertama anda dengan kru perusahaan jasa. Ada satu hal yang dilupakan dalam komunikasi ini yaitu membangun kedekatan. Jika kita sebagai tim pemasaran dan ingin perusahaan kita lebih dikenal baik dan sukses dalam menawarkan produk atau jasa yang kita miliki kepada calon klien maka perlu dilakukan membangun kedekatan.

Membangun kedekatan begitu penting untuk membuat orang percaya kepada kita. Kita bisa menuju arah yang sama. Orang merasa diterima dan itu akan membuat mereka nyaman. Kedekatan dapat meningkatkan hubungan emosional. Kalau penerimaan sudah terjadi maka selanjutnya orang akan saling memberi. Pada kenyataannya orang juga merasa tidak enak kalau selalu menerima pemberian terus atau diberi terus. Ada masanya mereka juga ingin bergantian memberi sesuatu untuk Anda.

Ketika Anda memiliki sahabat dan sedang liburan ke Yogyakarta, Anda menyambut mereka dengan hangat, menyiapkan kendaraan untuk mereka agar bisa menjelajah dan menikmati kota Yogyakarta, dan mengajak dan menjamu mereka dengan kuliner yang menggugah selera. Mereka pun akhirnya meninggalkan kota Yogyakarta dengan kesan mendalam karena keramahan dan penerimaan yang Anda berikan.

Pertanyaan saya, bagaimana jika suatu saat Anda ada acara atau sengaja datang ke kota mereka? Saya mempunyai keyakinan dan ini pengalaman yang saya terima bertahun-tahun. Mereka akan berupaya melakukan apa yang pernah mereka terima. Dan itu hal yang wajar. Kebaikan dibalas kebaikan. Saling memberi perhatian membuat hubungan semakin erat.

Ketika kami memiliki agenda di Malaysia, seorang dosen perguruan tinggi ternama disana beberapa hari mendampingi kami dan mengajak jalan, menonton di bioskop, serta makan siang bahkan makan malam. Ketika akan membayar selalu ada yang mendahului, baik dia, keluarganya, maupun dosen yang lainnya lagi. Seorang dosen senior di dekat saya pun bergumam, sejak beberapa hari lalu saya yang tidak diperbolehkan mengeluarkan uang.

Pembaca yang kreatif, Anda bisa mengerti apa yang diterimanya di Kota Yogyakarta selama lima tahun dia selalu datang ke kota istimewa ini? Banyak cara un tuk mendapatkan teman. Maka penting untuk Anda membangun kedekatan.

Sehat dan sukses selalu.

 

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 9 April 2021 Rubrik Inspira halaman 8.


BAGIKAN