Pembaca yang kreatif, saat ini adalah kondisi dimana kita dituntut lebih aktif dari rumah. Bekerja dari rumah (work from home/WFH) pelayanan daring, berdagang, mengedit, mendesain, mengajar, dan siaran juga dari rumah. Aktivitas yang panjang dari rumah ini siap tidak siap harus mulai kita nikmati. Kalau sebelumnya kita terbiasa dengan mobilitas yang tinggi, sekarang saatnya mobilitas tinggi dari rumah. Bahkan beberapa orang tua juga belajar menjadi guru untuk anaknya di rumah. Banyak hal lainnya yang akan kita lakukan agar tetap bersemangat bekerja dari rumah.
Pembaca yang kreatif, rumah adalah sumber inspirasi. Kadang orang mengatakan kesuksesan di tempat kerja tentu juga dipengaruhi sukses di keluarga. Ada karyawan ketika di rumah ingin segera sampai di kantor, tetapi ketika di kantor ingin segera pulang ke rumah. Jadi seperti di rumah mikirin kantor, namun di kantor mikirin rumah. Saat ini pilihannya hanya satu yaitu semua dari rumah.
Obrolan di tingkat RT ternyata ada yang menikmati, namun tidak sedikit yang pusing karena tidak terbiasa. Pada situasi seperti ini, saatnya kita berpikir untuk lebih tenang. Jalan satu-satunya adalah mulai menikmati kondisi saat ini. Berdamailah dengan aktivitas anda. Seorang pengawas sekolah yang akrab dengan Pak Rustamaji mengirimkan kalimat inspiratif kepada saya. "Sahabatku, (sebagian dari) sakit itu hadir karena kepanikan. Tetapi, sebagian besar manfaat obat itu karena didukung ketenangan. Nah, awal dari Kesembuhan itu muncul dari kesabaran. Begitu."
Pembaca yang kreatif, kalimat itu mengingatkan saya pada kisah nyata yang begitu inspiratif dalam film 'Greatest Game Ever Played'. Film yang sudah saya tonton belasan kali itu menceritakan seorang pemain amatir golf yang bernama Francis Ouimet. Dalam Kejuaraan AS Terbuka 1913 itu, Francis Ouimet sama sekali tidak diperhitungkan. Kadinya yang bernama Eddie Lowery selalu memberikan saran positif. "Apapun keputusanmu, tetap tundukkan kepalamu dan aku akan mengawasi bolanya. Maka pukulah satu persatu, yakinlah kita akan mendapatkan par. Tetap tenang dan fokus, biarkan bola bergulir, ia akan mencari lubangnya."
Harry Vardon, pegolf profesional mengatakan hanya ada dua macam pemain, yaitu pemain yang tenang dan memenangkan kejuaraan dan pemain yang tidak. Kata-kata itu terus membayangi Francis Ouimet. Dalam setiap permainan, dia berhasil menaikkan posisinya dari urutanke-26 menuju ke urutan 17, 16, 15, hingga masuk sampai lima besar. Masuk pada ronde kedua orang-orang mulai membicarakan Francis Ouimet termasuk Presiden Amerika, William Howard Taft, yang hadir menyaksikan langsung. Bahkan seorang temannya bernama Frank berlari dan bertanya akan ketidakyakinannya, kalua Ouimet mendapat birdie di lubang terakhir yang artinya dia berada pada posisi kedua dan itu seri dengan Harry Vardon.
Mengetahui hal itu, Francis Ouimet menjadi terbebani dan tidak lepas. Hal itu membuat posisinya harus turun beberapa angka. Saat-saat seperti ini pemain sangat membu tuh kan saran yang memo tivasi. Kadinya pun tak berhenti memberinya saran. "Bermainlah lebih baik, tetap tenang, dan tundukkan kepalamu." Saran-saran positif seperti itu membuat Ouimet bermain lebih rileks. Tantangan Ouimet adalah ketika dia terlalu banyak berpikir dan grogi karena diperhatikan para bangsawan dan pemain hebat lainnya. Apa yang harus dia lakukan adalah tetap tenang dan tidak mengindahkan komentar negatif dan keraguan dari sebagian kecil penonton. Ketenangannya dalam bermain menjadi semangat positif yang akhirnya membuat Francis Ouimet memenangkan pertandingan itu. Ia berhasil mengalahkan pemain professional yang sangat tangguh seperti Harry Vardon dan Ted Ray.
Pembaca yang kreatif, betapa pentingnya ketenangan saat ini. Diri kita butuh untuk selalu enjoy dan menghadirkan suasana senang dalam berkegiatan dari rumah. Semoga ketenangan dan kesabaran ini memberikan kejernihan dalam berpikir dan tubuh yang selalu sehat.
Sukses selalu.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 3 April 2020 di Rubrik Inspira halaman 10