Pembaca yang kreatif, Anda sudah saatnya mendengarkan kalimat yang baik dan mengatakan sesuatu yang baik juga. Ketika anda mengiyakan kata atau kalimat negatif yang masuk dalam pikiran. Bahkan Anda menyetujuinya, maka anda akan merasakan sesuatu yang membuat tidak nyaman. Akhirnya anda merasakan penyesalan pernah berbuat baik.
Niat Anda pun berubah yang semula ikhlas saja melakukan semuanya menjadi sangat perhitungan. Sikap Anda menyesuaikan kondisi yang anda rasakan. Hal yang lebih membuat gelisah lagi adalah mental Anda terganggu dengan ucapan yang anda dengar itu.
Keinginan membalas yang Anda terima tadi pun akhirnya muncul dalam pikiran. Dikarenakan tidak bisa melakukan pembalasan kepada orang yang tadi membuat anda gelisah. Pembalasan pun dilakukan kepada orang lain yang secara usia lebih muda atau jabatan lebih rendah.
Kekhawatirannya adalah Anda pun sangat mudah melakukan hal yang sama ke orang lain. Layaknya sesuatu yang setimpal. Negatif yang Anda dengar dan negatif jugalah yang keluar (Anda sampaikan). Disinilah Mental sehat anda sepertinya sudah mulai terganggu.
Bagaimana jika kita mengalami kondisi seperti ini? Bahkan berlama-lama nyaman dalam kondisi seperti ini? Mental anda terganggu, dan anda pun mengganggu mental orang lain. Sumber gangguan mental itu terjadi dalam dua kondisi, yaitu dari dalam diri Anda sendiri dan bersumber dari orang lain.
Pembaca yang kreatif, saatnya Anda menjadi sutradara untuk diri Anda sendiri. Anda tentu tahu ketika seorang sutradara tidak menyukai adegan yang sedang diperankan dan keluar dari naskah yang sudah dituliskan, dia akan mengatakan “cut.” Dan tidak ada satu crew pun yang berani membantah ketika sutradara mengatakan kata itu.
Anda pun bisa mencobanya, berperan sebagai sutradara untuk diri anda sendiri. Ketika ada kalimat negatif yang akan terucap atau terlanjur diucapkan maka anda segera mengatakan “cut” pelan namun pasti.
Hentikan segera kalimat itu dalam pikiran Anda. Jangan diulangi karena itu adalah “adegan” yang keliru. Dan ketika anda pun melihat sikap negatif dan mendengar langsung kalimat yang diucapkan seseorang membuat anda tidak nyaman.
Teruslah menjadi sutradara, “cut” kata yang anda harus ucapkan dalam hati. Silakan kata atau kalimat negatif itu datang, namun tidak perlu Anda memasukkannya dalam pikiran. Tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, biarkan saja.
Seperti angin yang sedang berhembus. Masukkan telinga kanan dan keluarkan kembali melewati telinga kiri, atau sebaliknya. Bahkan jika anda bisa, biarkan saja berputar-putar di telinga anda tanpa perlu memasukkannya. Yakinlah mental Anda tetap sehat dan tidak terganggu. Kita terganggu dikarenakan mengikhlaskannya masuk di hati kita. Semakin parah jika Anda semakin sakit hati kan? Ada teman yang berkata kepada saya, “Seseorang yang sakit hati itu, ibarat dia meminum racun, namun dia berharap orang lain yang merasakan sakit (muntah-muntah).” Menyakiti diri sendiri namun berharap orang lain yang merasakannya. Jelas sekali ini menunjukkan mental yang tidak sehat.
Pembaca yang kreatif, saatnya memupuk kembali semangat berbaik sangka. Itu membuat mental kita sehat. Apabila ada orang yang meragukan anda, semangat berbaik sangka akan membuat anda memahami bahwa mereka belum paham. Ketika ada orang yang mengatakan bahwa Anda hanya dimanfaatkan saja, dan itu bisa saja membuat Anda kecewa. Namun semangat berbaik sangka akan membuat Anda mengatakan, “Memang tujuan saya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat.” Mengambil sudut pandang positif, membuat mental Anda selalu sehat.
Sehat dan teruslah terinspirasi.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 22 Juli 2022 Rubrik Inspira halaman 8.