Pembaca yang kreatif, pernahkah Anda menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai? Teman kantor pernah melakukannya dan tidak berapa lama barang-barang (diantaranya sepeda dan kamera digital) yang ditawarkannya secara daring itu hanya bertahan beberapa hari dan laku.
Seperti halnya teman saya, saat ini mulai banyak orang melakukan kegiatan yang sangat dikenal dengan istilah garage sale. Alkisah, sepasang suami-istri memilah dan mengumpulkan barang bekas layak pakai yang akan dijual. Mereka menemukan sebuah cermin yang sama sekali belum pernah digunakan.
Seingatnya, cermin itu adalah hadiah pernikahan yang diberikan sahabat mereka. Bingkai cermin ini terlihat sangat biasa dengan warna biru aqua, suatu warna yang tidak umum. Setelah 20 tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan harinya.
Acara garage sale mereka ternyata banyak sekali peminatnya. Halaman rumah penuh dengan orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang dijual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Pakaian, buku, alat berkebun, mainan anak serta perabot rumah tangga bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli. Seorang lelaki menghampiri si istri dan bertanya: "Berapa harga cermin itu?" sambil menunjuk cermin yang tidak terpakai tadi. Sang istri tercengang. "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya. "Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus," jawab pria itu.
Si istri tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah biasa dan tidak berharga. Setelah berpikir sejenak, si istri mengatakan si pria bisa membeli cermin itu untuk satu dolar. Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada si istri. "jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang," jawab si pembeli.
Si istri memberikan izin dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkan di atas meja. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya. Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu. "Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" ujar pria itu dengan gembira di raut wajahnya. Si istri tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya.
Pembaca yang kreatif, apa yang kita miliki saat ini bisa saja memiliki nilai tinggi yang tidak kita sadari. Terkadang kita melihat suatu barang karena faktor sudah lama. Bagi sebagian orang lama itu menjadi suatu keunikan atau sesuatu yang klasik. Hal itu karena sering dirawat, dijaga, dan diperhatikan. Sama seperti potensi pada diri kita, harus selalu dipupuk sehingga menghasilkan potensi besar dalam aktivitas bisnis dan profesional.
Dalam acara Talkaction di RBTV yang dikemas oleh Mandala Production, host bertanya kepada saya bagaimana kita bisa menunjukkan potensi diri yang selama ini tidak disadari. Saya mengatakan teruslah lakukan, teruslah berkarya. Potensi diri akan semakin terlihat ketika kita terus mengasahnya. Mungkin saat ini ada orang yang menganggap yang kita lakukan itu seolah tak berguna. Namun saya yakin suatu saat dia akan berguna. Tinggal menunggu saja.
Sehat dan sukses selalu.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 20 November 2020 Rubrik Inspira halaman 8