Pembaca yang kreatif, apakah dalam bekerja Anda masih berharap orang menghargai pekerjaan yang anda lakukan? Meminta orang lain mengerti dan memahami aktivitas yang anda kerjakan? Mengajak mereka berpikir yang seharusnya? Bahwa Anda melakukan semua ini untuk perusahaan atau institusi? Jika Anda masih menyisahkan pemikiran itu dan berharap orang lain mengerti, saya ingin mengatakan kalau Anda harus siap-siap kecewa. Selama bekerja masih berharap dihargai, diberi ucapan terima kasih, bahkan seharusnya diberi apresiasi, maka paradigma bekerja Anda masih karena orang lain, masih berharap dipuji orang lain, dan masih berharap mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Pembaca yang kreatif, bekerja penuh komitmen itu mengarahkan Anda fokus kepada hasil dan manfaat yang Anda berikan. Terserah, orang mau menghargai atau tidak. Anda pun tidak perlu terlalu memikirkannya. Bekerja penuh komitmen adalah bekerja dengan hati dan pikiran yang berkolaborasi. Anda senang bekerja dan berpikir untuk memberikan prestasi kerja terbaik. Bekerja bukan saja beraktivitas rutin yang sudah menjadi kebiasaan Anda dengan jam kerja yang sama.
Rasa terima kasih dengan gaji yang tetap lancar setiap bulannya membuat Anda harus lebih bersyukur. Bandingkanlah dengan orang yang penghasilan bulanannya tidak tetap. Ada sahabat saya yang sambil tersenyum mengatakan bahwa gaji bulannya adalah "Gaji dari Yang Maha Kuasa". Tidak ada jumlah tetap yang dia terima setiap bulan. Semua bergantung pesanan yang datang. Namun orang ini bisa jauh lebih bahagia dari yang anda pikirkan.
Mengapa? Kegigihan dan kesabarannya mem buat rezeki itu terus mengalir. Pengharapannya kepada yang Maha Pemberi Rezeki terus hadir dalam setiap doanya. Rasa terima kasihnya terucap ketika dia menerima apresiasi yang diberikan kepadanya. Alkisah seorang teman di kantor begitu senangnya melihat karyawan Cleaning Service (CS) yang berterima kasih atas sedikit honor yang diberikan kepadanya. CS tadi berperan sebagai orang tua yang sedang menyeberang dalam video yang sedang diproduksi. Ekspresinya berkaca-kaca berkata kepada saya, betapa senangnya melihat orang yang sangat pandai berterima kasih.
Pembaca yang kreatif, mungkin Anda pernah melihat langsung atau mendengar orang yang tidak puas ketika menerima apresiasi yang diberikan kepadanya. Besaran yang diterima tidak seperti biasanya. Kebiasaan tadi membuat pandangan bahwa besaran itu adalah standar bagi dirinya. Pertanyaannya adalah siapa sebenarnya yang memberikan standar itu? Apakah standar yang Anda tentukan karena anda pernah menerima sesuatu yang sangat besar? Sehingga menerima yang kecil membuat Anda kecewa? Bukankah dahulu Anda menerima sesuatu itu kecil? Seiring waktu sepertinya terjadi perubahan pada diri anda (konsep diri).
Pembaca yang kreatif, apa yang membentuk perubahan itu? Jawabannya ada tiga. Pertama, kemampuan anda mengenal diri sendiri. Banyak atau sedikit yang Anda peroleh tentu kembali lagi kepada anugerah Yang Maha Pemberi Rezeki. Saat banyak syukurilah, di saat sedikit bersyukurlah. Kedua, pengalaman dan lingkungan pergaulan. Pengalaman Anda akan membentuk cara pandang terhadap persoalan. Lingkungan yang saling mendukung tentunya akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih peduli.
Ketiga, pandangan orang lain tentang Anda yang Anda sangat yakini. Inilah yang harus anda renungkan baik-baik. Orang boleh memberikan pandangan namun ingatlah, Anda juga yang menjalani semuanya. Mana yang Anda setujui? Pandangan positif membuat Anda semakin baik serta pandangan negatif bisa membuat Anda semakin gelisah.
Sehat dan teruslah terinspirasi.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 25 Maret 2022 Rubrik Inspira halaman 8.