Pariwisata dan GDP

Pariwisata merupakan salah satu industri besar di dunia dan salah satu sektor yang tercepat perkembangannya, apabila dihitung dari nilai total perdagangan di seluruh dunia maka pariwisata menyumbang lebih dari sepertiganya. Pariwisata juga merupakan faktor pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan negara. Dalam hal ini, pariwisata inbound memiliki efek positif pada pertumbuhan ekonomi melalui cara yang berbeda. Demikian diungkapkan oleh Niken Permata Sari, SE, M.Sc., yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) pada Senin (6/3) di Kampus Terpadu UWM, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

 

Lebih lanjut, Niken menyampaikan bahwa literatur pariwisata yang berfokus pada studi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi berhubungan melalui berbagai metode seperti kausalitas Granger, kointegrasi, analisis regresi, namun penelitian yang menggabungkan analisis input-output tidak sebanyak penelitian yang lain.

 

Sektor pariwisata, memiliki peran penting dan dampak signifikan pada ekonomi, terutama pada indikator hotel dan restoran. Pariwisata bukan merupakan sektor kunci pada ekonomi, tetapi terutama hotel dan restoran dan sarana prasarana transportasi, indikator aktivitas pada agen perjalanan, sektor pariwisata memiliki keterkaitan yang tinggi dengan ekonomi. “Hal ini berarti bahwa pariwisata berkontribusi signifikan terhadap Gross Domestic Product (GDP),” terang Niken.

 

Permintaan untuk produk dari setiap sektor meningkat akan menyebabkan sektor tersebut akan perlu untuk membeli lebih banyak item sebagai masukan dari sektor lain untuk menghasilkan output tambahan. Pembelian ini akan merangsang output tambahan yang pada gilirannya akan memerlukan pembelian lebih lanjut dan sebagainya. “Dengan demikian, efek langsung dan tidak langsung ini akan dapat diketahui di seluruh ekonomi antara lain dengan menggunakan output dan pendapatan,” pungkasnya.

 

 

Humas@UWM


BAGIKAN