Program Studi Teknik Industri Internasional Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTI UAJY) menggelar sharing session dengan tema Series A Gateway to Global Opportunities: Student Life in International Program pada Sabtu (11/06/2022). Sharing session dihadiri oleh Ririn Diar Astanti, D. Eng (Ketua Departemen Program Studi Teknik Industri) serta dua perwakilan mahasiswa program studi Teknik Industri Internasional. Sharing session dilaksanakan dengan berdiskusi bersama 2 mahasiswa program studi Teknik Industri Internasional dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Tujuan diadakan sharing session ini agar calon mahasiswa yang akan memilih Program Studi Teknik Industri Internasional dapat mengetahui bagaimana kehidupan perkuliahan di Teknik Industri Internasional UAJY.
Dalam sesi diskusi, Sayogo dan Chika sebagai perwakilan mahasiswa Teknik Industri Internasional memaparkan bahwa mereka tertarik dengan Teknik Industri Internasional karena full menggunakan Bahasa Inggris baik dari modul hingga conversation. Serta mendapatkan benefit salah sataunya exposure mengenai penggunaan Bahasa Inggris dan dapat bertemu dengan exchange student.
“Program studi Teknik Industri mendapatkan dua akreditasi di mana lulusannya dapat recognition atau pengakuan kualitas namanya Washington Accord (WA). Selain itu, kami juga bergabung dengan SAP di mana keuntungannya adalah mahasiswa program studi Teknik Industri dilengkapi dengan software SAP, juga bergabung dengan ACUCA dimana kami dapat melakukan pertukaran mahasiswa,” ungkap Ririn.

Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, Sayogo dan Chika berlatih melalui tugas-tugas dan diskusi akademik. Selain itu, Chika juga mengikuti reading dan writing class melalui program yang diadakan oleh Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB UAJY) dan juga EPT class yang membantu dalam mengerjakan laporan dan skripsi.
Sayogo dan Chika menuturkan mereka mendapat kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di luar negeri. Chika mendapat pengalaman bertukar bahasa serta mengetahui culture mahasiswa dari Denmark. Sedangkan Sayogo pernah bekerja secara beregu dengan teman-teman dari perguruan tinggi di Filipina untuk mencoba merancang suatu bisnis.
###