Pembaca yang kreatif, ini adalah tahun kedua kita memasuki Ramadhan pada masa Covid-19. Alhamdulillah, semakin terlihat aktivitas ibadah di masjid walau dengan tetap memperhatikan pembatasan orang. Ramadhan menjadi bulan yang selalu dinanti. Begitu banyak kebiasaan baik yang dilakukan oleh banyak orang. Menyiapkan takjil berbuka hingga berbagi sembako bagi tetangga yang membutuhkan.
Ramadhan selalu menginspirasi. Rasa senang yang kita rasakan ketika sebagian orang peduli dengan orang lain. Situasi saat ini adalah masa yang sangat tepat memperkuat kebaikan yang sudah dilakukan. Menambah perhatian yang sudah dikerjakan. Sedih rasanya jika masih ada tetangga kita yang kekurangan makanan, sementara sebagian kita kebingungan memilih menu berbuka puasa.
Teman-teman kantor sudah berbagi poster bahkan sampai ada yang berbagi informasi harga paket berbuka puasa di 52 hotel berbintang. Puasa baru saja memasuki beberapa hari, belum juga seminggu. Namun keinginan adanya acara rapat program kerja yang diakhiri dengan konsumsi buka puasa bersama sudah mulai direncanakan. Ada teman yang bercanda, sewaktu mahasiswa hunting takjil dari masjid ke masjid. Saat menjadi pegawai sekarang yang dilihat daftar harga berbuka puasa dari hotel ke hotel.
Pembaca yang kreatif, Ramadhan bisa menjadi momen inspirasi bagi setiap orang. Hadirnya Ramadhan memudahkan kita dengan apa yang kita miliki. Bahkan dengan keterbatasan masih berbagi untuk orang lain. Membangun rasa bahagia ketika melihat orang senang dan antusias menerima takjil yang diberikan. Seperti kebiasaan di banyak masjid yang menyiapkan konsumsi ketika selesai sholat jumát. Orang senang mengambil makanan itu sampai kekurangan. Hadirkanlah rasa bahagia kita melihat semangat itu. Apabila situasi itu semakin kuat hadir di Ramadhan ini, tentu akan semakin menambah kepedulian kita kepada banyak orang.
Pertanyaannya adalah, bahagiakah Anda melihat orang lain bahagia?
Kepedulian Anda membuat orang terbantu. Allah SWT berfirman,"Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (QS Saba’ [34]: 39).
Seorang penjual kerupuk keliling mampir di warung tenda pecel lele. Ia bertanya ke penjual apakah ada tempe telur? Si penjual mengatakan ada. Tampak si penjual kerupuk dengan dagangannya yang masih banyak dan raut wajah lelah sambil menghela nafas. Terlihat juga kerupuk dagangannya yang masih banyak, sepertinya masih sedikit yang laku.
Seorang pembeli yang memesan bungkus membayar makanannya sambil berkata kepada penjual, bapaknya sekalian (jempolnya mengarah ke penjual kerupuk). Penjual kerupuk menunjukkan ekspresi senangnya dengan masker yang tetap terpakai dia mengatakan terima kasihnya. Rasanya bahagia melihat momen itu. Pembeli dan penjual pecel lele serta penjual kerupuk tidak saling mengenal. Namun berbuat baik tidak perlu berpikir lama. Sesederhana itu saja.
Pembaca yang kreatif, banyak orang yang berpikir mau memberi harus berpikir lama. Anda tinggal memilih iya atau tidak. Urusan anda selesai dengan pilihan itu. Jika pilihan Anda masih saja menggantung atau tertunda tentu akan menjadi beban kepikiran terus. Saat yang lain selesai dan anda masih berpikir. Ingatlah baiknya anda sebenarnya untuk anda juga. Jadikan Ramadhan melatih kita lebih bersemangat dan cepat dalam berbuat dan berbagi kebaikan untuk orang lain.
Sehat dan sukses selalu.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 16 April 2021 Rubrik Inspira halaman 8.