Rasa, Pelayanan, dan Harga

Pembaca yang kreatif, setelah dua tahun akhirnya saya kembali mencicipi Satai Padang Ajo Ramon di Jakarta Selatan. Suasana yang sangat spesial karena saya bisa menikmati hidangan tersebut bersama sahabat saya para pimpinan SMK di Jakarta seperti beberapa tahun sebelumnya. 

Satai Padang Ajo Ramon adalah salah satu tempat favorit saya tiap memiliki agenda di Jakarta. Satai daging dengan kuah tepung tersebut terasa begitu istimewa. Satai Padang selalu menjadi idola dikarenakan makanan tersebut sering sekali saya jumpai dan cicipi sejak kecil di Sibolga, Sumatera Utara.

Hampir tiap pekan saya mesti menikmatinya untuk sarapan pagi atau makan siang. Bahkan makanan tersebut cocok menjadi makan malam. Namun Satai Padang Ajo Ramon selalu menjadi yang spesial. Sebelum dibakar, semua daging satai kental dengan bumbu yang khas. Tidak jarang setelah satu piring, teman-teman di Jakarta pun saling melirik, siapa yang mau menambah? Hehe. Saran saya, silakan menahan selera agar besok bisa kembali lagi.

Pembaca yang kreatif, mengapa dalam bisnis kuliner makanan itu akan selalu dicari orang walaupun lokasi parkir kendaraannya sangat terbatas? Satu alasan yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa. Jika Anda berbisnis makanan, maka pastikan rasanya enak. Itu dulu.

Setelah itu perkuatlah dengan pelayanan prima. Pelayanan ramah dan mudah untuk meminta tambahan apa pun menjadi kesan bagi pelanggan. Dalam interaksi Anda dengan pembeli atau pelanggan, pastikan Anda bertanya kepada mereka dengan sopan. Menyapa dengan nada yang tidak terlalu tinggi atau rendah (sangat pelan).

Kalimat itu bisa diucapkan dengan ujaran sedang yang diakhiri dengan kalimat lebih rendah. Seperti garis yang lurus mendatar dan perlahan menurun. Kalimat itu misalkan, "Silakan pak/bu", di sini ucapkan dengan nada mendatar. Dilanjutkan dengan, "Disiapkan berapa porsi pak/bu?", nadanya merendah perlahan. Sehingga jika digabungkan kalimatnya menjadi "Silakan pak/bu. Disiapkan berapa porsi?".

Ucapkanlah sambil memberikan anggukan. Tetaplah fokus terhadap pesanan mereka. Hindarilah bertanya ulang setelah Anda mengangguk. Hal itu menunjukkan bahwa Anda fokus dengan pesanan mereka. Fokus itu menunjukkan bahwa Anda perhatian kepada pelanggan Anda.

Ketika mereka berbicara perhatikanlah dengan antusias. Tunjukkan ekspresi Anda dengan mendengar aktif, mendengar tulus, dan aktif memberikan respons. Walaupun Anda sedang mengerjakan sesuatu, tunjukkanlah komunikasi lewat ekspresi panca indera. 

Komunikasi non verbal yang diperkuat dengan lirikan mata, anggukan, senyuman yang tulus yang terlihat dari alis yang turun sedikit serta ucapkan kata "baik", kemudian bisa ditambahkan kata seperti, "Ada tambahan?" sambil memberikan keinginan bertanya serius.

Jadikan itu sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) Plus sepenuh hati yang harus Anda lakukan. Sehingga tidak sekedar basa-basi. Intonasi suara dapat memberikan gambaran bahwa Anda hanya sekedar bertanya tanpa menginginkan jawaban apa pun. Intonasi juga menunjukkan Anda bertanya serius dengan pesanan mereka. 

Ketika Anda terbiasa dengan itu semua maka gestur Anda pun pastilah akan mengikuti. Ingatlah, cita rasa enak dan pelayanan prima akan membuat pelanggan Anda ingin kembali lagi dan menceritakan kepada temannya bahwa mereka sangat menikmati makanan yang Anda sajikan. 

Kalau kedua hal itu bisa Anda penuhi saya yakin orang tidak begitu mempersoalkan berapa harga yang akan mereka bayar. Apalagi jika mereka menyadari bahwa harga terjangkau yang Anda sebutkan melengkapi kepuasan mereka, surprise. Sehat dan teruslah terinspirasi.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 15 Juli 2022 Rubrik Inspira halaman 8.


BAGIKAN