Yassine Bounou dan Achraf Hakimi

Pembaca yang kreatif, gegap gempita melajunya Maroko di perempat final Piala Dunia Qatar 2022 sangat terasa di Indonesia. Selain menjadi pembicaraan di banyak media elektronik, media cetak, dan media sosial. Hasil ini juga menjadi perbincangan di kantor hingga warung kopi, dari ulasan bagaimana pertandingan yang dilalui hingga menit perpanjangan waktu. 

Dan akhirnya semua harus ditentukan lewat adu pinalti. Kiper Maroko Yassine Bounou (Bono) telah menjadi aktor utama dalam pertandingan ini yang telah menahan dua kali tendangan bola ke gawang Maroko. Sebenarnya ini juga tidak mengherankan, dikarenakan Yassine Bounou adalah kiper terbaik Laliga Musim 2021/2022 lalu. 

Ketenangannya membuat dia mampu membaca ketiga arah bola yang dilesatkan dalam adu pinalti. Kemenangan ini menjadi catatan sejarah untuk timnas sepak bola Maroko pada perhelatan Piala Dunia Qatar 2022, di mana mereka mengalah kan spanyol dengan skor 3-0. Seorang jurnalis pun dalam konferensi pers mengucapkan terima kasihnya kepada Bono yang telah membuat banyak generasi muda bahagia khususnya 40 juta penduduk Maroko.

Pembaca yang kreatif, sahabat saya Fernan Rahadi yang saat ini sedang berada di Doha Qatar sebagai jurnalis, menyampaikan pesan singkatnya lewat WhatsApp menyatakan kekagumannya “Saya mendukung Maroko sebagai satu-satunya tim kejutan tersisa coach. Permainan mereka sangat kompak sekali. Kejadian menarik di stadion adalah setelah bermain, mereka melakukan sujud syukur bersama. Salah satu pemain bintang mereka, Achraf Hakimi, memeluk ibunya usai menjadi penentu timnya mengalahkan Spanyol. Dan tidak kalah totalitas adalah Pendukung mereka. Bernyanyi-nyanyi dan meneriakkan yel-yel dimanapun berada”.

Pembaca yang kreatif, kalau belajar dari Yassine Bounou dan Achraf Hakimi, kita bisa mengambil gambaran bahwa dalam menghadapi tantangan ada dua hal yang menjadi perhatian kita. Yaitu, ketenangan dan sikap rendah hati dalam menyikapi kemenangan.

Ketenangan Bono dalam permainan membuat keyakinan dirinya sangat tinggi. Ketenangan tadi juga berdampak pada tim yang bermain lebih rileks. Banyak ucapan selamat atas kehebatannya, namun sikap rendah Bono mengatakan bahwa hasil itu adalah sedikit instuisi dan sedikit keberuntungan yang diperolehnya.

Kalau dibandingkan prestasi yang telah diraihnya di klub Laliga, tentulah jawaban itu menunjukkan rendah hatinya Bono. Kecerdasan mempelajari pergerakan pemain lawan. Kemampuan (skill) tinggi yang dimiliki, serta kebugaran fisik membuat semuanya menjadi nyata. Tidak hanya belajar dari Bono, namun seorang Achraf Hakimi yang mencium dan memeluk ibunya di tribun pada saat setelah laga. Baktinya itu membuat penonton terharu dan semakin memberikan respek kepada pemain bintang maroko ini.

Pembaca yang kreatif, rasa syukur kerendahan hati juga ditunjukkan para pemain yang langsung melakukan sujud syukur ketika mereka meraih kemenangan. Sikap rendah hati itu menunjukkan bahwa setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga. Selanjutnya patutlah kita untuk berterima kasih kepada Sang Maha Pencipta dengan semua yang ada. Sikap ini menujukkan bahwa ketika seseorang meraih kemenangan, hal pertama yang dia lakukan adalah berterimakasih kepada penciptanya dengan segala karunia yang telah dilimpahkan.

Berterima kasih kepada keluarga yang setia mendukung dan mendampingi. Serta kepada seluruh penonton yang telah memberikan kepercayaan untuk mereka, agar tetap bersemangat dan sepenuh hati membela tim nasional negara.

Pembaca yang kreatif, benar jugalah ketika kita meyakini dan penuh ketenangan menjalani pekerjaan serta aktivitas keseharian kita, baik itu bisnis maupun dunia profesional, akan ada saja ide kreatif bahkan kebaikan yang menghampiri. Setelah itu banyaklah berterima kasih atas semuanya. Sehat dan teruslah terinspirasi.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 9 Desember 2022 Rubrik Inspira halaman 8.


BAGIKAN