Pembaca yang kreatif, terdapat sebuah kutipan dari Jim Collins dalam bukunya “Good To Great” bahwa kepemimpinan level tertinggi adalah kerendahan hati dan tekad. Banyak orang yang lebih pintar, lebih kaya, dan lebih tampan dari Anda. Namun, mengapa Anda yang dipilih untuk memimpin? Jawabannya karena Anda dipercaya. Banyak kisah sukses dari pemimpin hebat yang jika Anda perhatikan mereka memulai karier dan bisnis dari bawah. Tidak hanya nol, bahkan mulai dari minus. Mereka sering ditanya apa rahasianya.
Jika Anda pernah menonton film Kungfu Panda, ketika gulungan kitab yang disimpan di langit-langit aula itu diperebutkan ternyata isinya hanyalah gulungan kosong. Pendekar panda menyadari ketika dia melihat cerminan dirinya pada gulungan itu. Rahasia sukses itu ternyata dirinya sendiri. Kesuksesan yang diraih muncul dari tekad kuat dalam meraih impian. Mahasiswa peserta pelatihan super unggul berbasis NLP menjawab pertanyaan yang saya lontarkan, untuk apa dan bahkan untuk siapa Anda jika meraih kesuksesan? "Saya ingin menunjukkan kepada orang yang meragukan saya bahwa saya bisa, dan menginginkan orang tua saya bisa bangga dan bahagia," jawab salah satu peserta.
Pembaca yang kreatif, tekad merupakan sesuatu yang harus dimiliki. Apakah terbayang orang yang tidak memiliki tekad? Semua diminta mengalir apa adanya saja. Bahkan tidak peduli nanti arahnya mau kemana. Anda mau liburan tapi tidak tahu tujuannya? Anda hanya akan lelah di jalan. Tekad semakin terasa kuat ketika orang memiliki tujuan. Dalam karier ada target yang harus dicapai. Dalam bisnis ada penjualan yang meningkat. Senanglah dengan yang Anda lakukan. Tantangan akan selalu ada dalam meraih kesuksesan. Namun tekad membuat Anda memiliki energi seolah tak pernah habis.
Saya melihat sahabat saya yang memiliki usaha besar bangkrut sampai minus. Bermula dari rekan bisnisnya tidak terbuka dan akhirnya ditipu seseorang. Dia harus ikut bertanggung jawab dengan semua itu. Kejadian itu tidak membuatnya diam. Dia terus bergerak memulai lagi usaha yang keluarganya bisa. Tekadnya bangkit itu dengan beraktivitas. Bukan hanya merenung dengan semua kejadian yang pernah dialami. Peristiwa sudah terjadi. Terasa berat pada mulanya. Namun tekad membuat semuanya kembali bangkit. Hingga sampai saat ini, sahabat saya itu dipercaya banyak orang untuk menjalankan usaha.
Pembaca yang kreatif, hal kedua yang saya bisa lihat dari sahabat saya itu adalah kerendahan hatinya. Usahanya berkembang kembali, namun dia tetap melibatkan dirinya dalam usaha barunya dibidang makanan. Dia selalu hadir terlibat dalam aktivitas. Ikut memasak, bahkan ikut menyajikan. Tidak heran teman-teman datang ke warungnya untuk sekedar mengobrol dengannya. Jadi walaupun bisnis makanan rasa adalah nomor satu, jika ditambah dengan kehadiran pemiliknya membuat pelanggan menjadi betah.
Orang tidak sekadar menikmati masakan namun memperkuat silaturahmi. Sukses bisnis tidak lepas dengan suksesnya hubungan pribadi. Mengapa orang tetap datang bahkan menjadi pelanggan setia? Karena Anda begitu rendah hati mengutamakan pelayanan dan kepedulian pada orang lain.
Orang bangga dengan kesuksesan Anda. Mereka menceritakan kesuksesan itu dalam perbincangan, pelatihan, dan acara mereka. Namun Anda tetaplah Anda, sosok yang tidak berubah walau pun usaha atau karier Anda berkembang pesat.
Anda tetap memposisikan diri sebagai seorang teman yang membutuhkan orang lain. Teman Anda bangga memasang foto anda di warung mereka. Anda tetap menjadi diri anda sendiri, dan orang menyukai itu.
Sehat dan sukses selalu.
Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 12 Maret 2021 Rubrik Inspira halaman 8.