Wirausaha dan Startup

Pembaca yang kreatif, sahabat saya Pak Ahmad Khoirul Anam (ketua pelaksana program kompetisi kampus merdeka liga-2 tahun 2021 Program Studi Manajemen FEB Unisnu Jepara), meminta saya memberikan review terhadap buku ajar kewirausahaan dan modul startup yang disusun oleh tim. Tujuan pembuatan buku ajar dan modul ini untuk peningkatan kualitas dan inovasi pembelajaran.

Pendahuluan yang disusun beserta uraian dapat memberi motivasi mengapa orang harus menjadi wirausaha. Saya sangat setuju bahwa era wirausaha saat ini dikaitkan dengan industri 4.0. Ada kalimat kuat yang ditekannya bahwa wirausaha adalah pahlawan 4.0. Kemandirian ekonomi pribadi/kelompok saat ini akan sangat berdampak baik untuk Indonesia. Dikarenakan orang tidak hanya menunggu bekerja dimana, bahkan sudah membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Menjadi satu keunikan karena dalam buku juga diuraikan tentang wirausaha berdasarkan kebajikan.

Pembaca yang kreatif, usaha bukan untung semata namun ada etika dalam bisnis. Sewaktu Amikom mengganti nama udara radionya menjadi MQ 92.3 FM, di mana sebelumnya dengan nama Radio SWA FM (Suara Sembada). Pergantian nama udara ini, memanfaatkan kerja sama franchising dengan salah satu manajemen radio di Bandung. Beberapa bulan di akhir 2006, sempat radio ini tidak mengudara dikarenakan alasan pribadi yang mencuat pada masa itu. Namun di sisi lain, MQ FM Jogja tetap berkomitmen sepenuhnya atas kerjasama yang telah disepakati. Inilah yang ditekankan ketika basis wirausaha adalah kebajikan. 

Berbisnis merupakan amal ibadah. Berbisnis memiliki etika, untung bersama dan rugi bersama. Kesamaan pandangan terhadap kebajikan telah menghasilkan hubungan baik yang panjang dan berkelanjutan. Bahkan hingga saat ini radio itu memberi banyak inspirasi untuk masyarakat Indonesia, bukan hanya di Bandung bahkan sampai keluar negeri.

Pembaca yang kreatif, strategi pemasaran akan sangat terkait dengan bagaimana mempromosikan produk. Perlu diingat bahwa inti bisnis adalah jualan. Pemanfaatan teknologi informasi yang maksimal akan semakin menciptakan sistem yang efektif dan memperoleh keuntungan yang bersaing. Itulah yang dibahas ketika berbicara mengenai startup. Ada tahapan perkembangan dan bagaimana startup itu bisa memperoleh pendanaan dari model bisnis yang dilakukan. 

Berkolaborasi dengan mencari dukungan mitra menjadi penting. Tantangan startup baru adalah kesulitan keluar dari valley of death. Kita bisa belajar dari contoh startup di Indonesia yang bisa melakukan sustainability. Melihat fakta bahwa 9/10 startup banyak yang gagal. Salah satu penyebab hal ini adalah strategi pemasaran yang tidak jalan maksimal. Bisa membuat, namun tidak bisa menjual. Sehingga dibutuh kan strategi dan kemampuan menghadapi kompetitor, serta cara untuk memperkuat sumber daya yang dimiliki.

Sangat menarik ketika modul yang disusun membahas tentang keuangan perusahaan dan berkata tidak untuk utang. Karena memang dalam perjalanan startup, utang akan sangat memberatkan. Memang tidak ada yang gratis ketika orang perorang (angel investor) atau lembaga keuangan (venture capital) memberikan suntikan dana mereka. Selalu ada kompensasi yang akan diminta, dan itu adalah sesuatu yang wajar. Permintaan itu mulai dari keuntungan (laba) hingga kepemilikan saham.

Pembaca yang kreatif, etika bisnis, CSR, dan good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) harus dimiliki oleh perusahaan pemula seperti startup, ketika mereka berproses menjadi perusahaan besar, terhormat dan memiliki budaya kerja perusahaan yang kuat. 

Sehat dan teruslah terinspirasi.

Tulisan ini telah dimuat di harian Republika tanggal 7 Januari 2021 Rubrik Inspira halaman 8.


BAGIKAN